Scroll untuk baca artikel
Daerah

WA Sekda Pohuwato Diduga Dibajak, Pelaku Mengaku Iskandar Datau hingga Lakukan Video Call

24
×

WA Sekda Pohuwato Diduga Dibajak, Pelaku Mengaku Iskandar Datau hingga Lakukan Video Call

Sebarkan artikel ini

SEPUTARPOHUWATO.COM – Nomor WhatsApp milik Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pohuwato, Iskandar Datau, diduga dibajak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pelaku kemudian diduga memanfaatkan nomor tersebut untuk menghubungi sejumlah kolega, teman hingga orang-orang terdekat Iskandar Datau.

Dalam komunikasi tersebut, pelaku disebut mengaku sebagai Iskandar Datau.

Modus yang dilakukan diduga mengarah pada upaya penipuan dengan memanfaatkan identitas Sekda Pohuwato.

Yang membuat aksi tersebut semakin meyakinkan, pelaku tidak hanya mengirimkan pesan melalui WhatsApp.

Pelaku juga disebut melakukan panggilan video atau video call kepada sejumlah pihak.

Dalam video call tersebut, sosok yang muncul di layar bahkan terlihat sangat mirip dengan wajah Iskandar Datau.

Hal itu tentu berpotensi membuat penerima komunikasi percaya bahwa mereka benar-benar sedang berbicara dengan Sekda Pohuwato.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pelaku dapat memanfaatkan kemiripan wajah untuk meyakinkan calon korban.

Iskandar Datau kemudian meminta kolega, teman, keluarga maupun masyarakat yang menerima pesan atau panggilan dari nomor WhatsApp tersebut agar tidak mudah percaya.

Panglima ASN Pohuwato ini pun mengingatkan agar masyarakat tidak mengikuti permintaan apa pun yang disampaikan oleh pihak yang mengatasnamakan dirinya sebelum dilakukan konfirmasi.

Terutama apabila dalam komunikasi tersebut terdapat permintaan uang, transfer, data pribadi, kode OTP maupun bentuk bantuan lainnya.

“Jangan terpengaruh. Jika ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu,” demikian imbauan Iskandar Datau, Rabu (12/08/2026).

Mantan Kepala BPKAD Pohuwato inipun meminta masyarakat melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain yang dapat dipercaya apabila menerima pesan atau panggilan mencurigakan.

Dengan begitu, masyarakat dapat memastikan bahwa komunikasi tersebut benar-benar berasal dari orang yang bersangkutan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan digital terus berkembang.

Pelaku tidak hanya mengandalkan pesan teks, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat komunikasi terlihat lebih meyakinkan.

Kemunculan sosok dengan wajah yang menyerupai seseorang dalam video call juga tidak dapat serta-merta dijadikan bukti bahwa komunikasi tersebut benar-benar dilakukan oleh orang yang bersangkutan.

Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memberikan uang, data pribadi, kode OTP maupun informasi penting lainnya.

Example 300250