SEPUTARPOHUWATO.COM – Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pohuwato, ada cerita tentang kepedulian yang terus dijaga.
Setiap Jumat, Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM) datang menyapa warga binaan melalui program Jumat Berkah.
Kegiatan sosial tersebut telah dimulai sejak Mei 2026 dan hingga kini masih berjalan secara rutin.
Memasuki pekan ke-23, YR TIM kembali hadir di Lapas Pohuwato. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk berbagi, tetapi juga memberikan perhatian dan dukungan moril kepada warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.
“Alhamdulillah hari ini kita masuk pekan ke-23, sejak bulan Mei,” ujar salah satu perwakilan YR TIM, Jumat (2/10/2026).
Bagi YR TIM, warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Karena itu, kegiatan Jumat Berkah tidak hanya dimaknai sebagai agenda sosial untuk memberikan bantuan.
Ada pesan kemanusiaan yang ingin terus disampaikan, yakni bahwa proses pembinaan di dalam lapas tidak seharusnya membuat hubungan dengan masyarakat terputus.
“Kehadiran YR TIM di lapas bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan. Kami menyapa dan memberi dukungan moril terhadap saudara-saudara kita yang sementara menjalankan pembinaan dalam lapas,” ungkapnya.
Konsistensi tersebut menjadi bagian dari komitmen YR TIM dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Yayasan tersebut dibentuk untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan yang berorientasi pada kepedulian dan kemanfaatan bagi sesama.
Di Lapas Pohuwato, semangat itu diwujudkan dengan cara sederhana: hadir, menyapa, berbagi dan menjaga hubungan kemanusiaan.
Dari pekan ke pekan, YR TIM berusaha mempertahankan kegiatan tersebut agar tidak berhenti sebagai sebuah program sesaat.
Sebab, bagi mereka, kepedulian bukan hanya tentang seberapa besar bantuan yang diberikan.
Kepedulian juga tentang kesediaan untuk terus hadir dan mengingat mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
Kini, program Jumat Berkah telah memasuki pekan ke-23.
Angka tersebut menjadi penanda panjangnya perjalanan sebuah kegiatan sosial yang dibangun dari konsistensi.
Di balik tembok Lapas Pohuwato, YR TIM ingin menunjukkan bahwa perhatian kepada sesama tidak mengenal batas.
Selama masih ada kemauan untuk berbagi dan menyapa, hubungan kemanusiaan tetap bisa terjaga.
23 pekan telah berlalu, dan langkah kecil itu masih terus berjalan membawa pesan bahwa kepedulian akan berarti ketika dilakukan dengan tulus dan konsisten.













