Scroll untuk baca artikel
Daerah

Yunus Nusi Anak Kampung Paguat yang Menjadi Tokoh Penting Sepak Bola Indonesia

1
×

Yunus Nusi Anak Kampung Paguat yang Menjadi Tokoh Penting Sepak Bola Indonesia

Sebarkan artikel ini
Dari kiri ke kanan: Paisal Alulu, Sihanouk Is Manto, Ustadz Umar Abdul Azis, Yunus Nusi, Arman Mohamad, dan Kisman Mooduto.

Oleh: Arman Mohamad

Yunus Nusi adalah tokoh olahraga dan politikus Indonesia yang lahir di Paguat pada 30 Januari 1970. Ia merupakan salah satu nama dari sekian banyak orang Gorontalo yang berhasil berkiprah di tingkat nasional.

Bagi masyarakat Paguat, Yunus adalah sebuah kebanggaan, seorang anak kampung yang bernasib baik dan berhasil mengukir perjalanan hidup hingga mencapai posisi penting di tingkat nasional.

Paguat, atau yang juga dikenal dengan nama Bumbulan, merupakan salah satu wilayah yang berjarak kurang lebih 150 kilometer dari pusat Kota Gorontalo.

Dalam perjalanan sejarahnya yang panjang, Paguat telah banyak mengisi lembaran catatan para peneliti Eropa, khususnya Belanda. Salah satunya adalah penjelajah Belanda, Frans Wilhelm Junghuhn, yang menuliskan tentang kawasan ini dalam bukunya yang terbit pada tahun 1844.

Pada masa itu, wilayah Paguat membentang dari Kecamatan Mananggu hingga Molosipat Kecamatan Popayato (saat ini Popayato Barat) tepat di ujung barat Provinsi Gorontalo, sekarang menjadi wilayah administratif Kabupaten Pohuwato dan Mananggu menjadi wilayah Kabupaten Boalemo.

Paguat telah menjadi pusat perhatian penjelajah Eropa sejak abad ke-17 karena di dalam tanahnya tersimpan kekayaan batuan mineral, khususnya emas.

“Exploratie Syndicaat Pagoeat” tahun 1898 pusat Amsterdam perwakilan di Batavia adalah salah satu perusahaan tambang kolonial masa itu yang beroperasi di Paguat. Kandungan mineral emas tersebut saat ini sedang ditambang oleh Grup MDK melalui entitas Pani Gold Mine.

Paguat melahirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ir. Ciputra dan Yunus Nusi. Kisah Ciputra tentang masa kecilnya di Bumbulan Paguat dapat kita baca dalam biografinya “Ciputra: The Entrepreneur The Passion of My Life yang ditulis oleh Alberthiene Endah 2019.

Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengawali kariernya di bidang olahraga sebagai Direktur Bisnis Persisam Samarinda. Selanjutnya, ia sempat menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur.

Yunus Nusi menempuh pendidikan dasarnya di Paguat dan merupakan alumni SMP Paguat 1986. Ibunya adalah seorang guru, sementara ayahnya merupakan seorang pamong, sebutan bagi aparatur yang bekerja di kantor kecamatan pada masa itu. Ayahnya memiliki tugas khusus sebagai juru tulis atau sekretaris, yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan istilah ‘dulutuli’.

Lahir dan tumbuh dari keluarga menengah tidak menghalangi Yunus Nusi untuk memiliki cita-cita yang tinggi. Perjalanan hidupnya kemudian membuktikan bahwa cita-cita tersebut dapat diwujudkan melalui perjuangan dan kerja keras.

Sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kecintaannya kepada masyarakat Paguat, beliau tidak pernah absen untuk pulang kampung, bahkan beberapa kali dalam setahun.

Masjid As-Syahadah adalah nama yang diabadikan sebagai ungkapan rasa cinta dan penghormatan kepada ibundanya, almarhumah Sahadah Abdul Aziz. Masjid yang berdiri megah di tepian jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Paguat itu hanya berjarak beberapa meter dari jembatan sungai Bumbulan. Di tempat inilah, pada masa kecilnya, Yunus Nusi bersama kawan-kawannya menghabiskan waktu bermain.

Air sungai Bumbulan pada masa itu masih sangat jernih. Sungai tersebut menjadi tempat mereka mandi, bahkan menangkap udang dan ikan. Namun, kondisi sungai sekarang telah berubah. Airnya menjadi kekuningan akibat aktivitas pertambangan warga di bagian hulu.

Yunus Nusi menjadi salah satu inspirasi bagi generasi muda Paguat, baik laki-laki maupun perempuan, untuk tetap optimistis dan terus berjuang menggapai mimpi.

Seorang anak kampung dari Paguat itu kini telah menjadi salah satu tokoh penting dalam persepakbolaan Indonesia.

Penulis lahir di Paguat dan pengumpul dokumen sejarah lokal.

Example 300250