Scroll untuk baca artikel
Daerah

Respons Ketua IDI Pohuwato soal Aksi Wartawan: Seandainya Sejawat Kami Ada Kesalahan, Kami Akan Tindak Tegas

11
×

Respons Ketua IDI Pohuwato soal Aksi Wartawan: Seandainya Sejawat Kami Ada Kesalahan, Kami Akan Tindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pohuwato dr Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, saat menerima massa unjuk rasa Wartawan Pohuwato, Rabu (08/07/2026). (Foto: CT)

SEPUTARPOHUWATO.COM – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pohuwato, dr. Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, merespons aksi unjuk rasa yang digelar wartawan dari berbagai media di Kabupaten Pohuwato terkait dugaan pernyataan bernada ancaman oleh seorang oknum dokter ASN.

Pernyataan tersebut disampaikan dr. Dian saat menemui massa aksi di depan Kantor Bupati Pohuwato, Rabu (08/07/2026) siang tadi.

Dalam keterangannya, dokter spesialis anak ini dengan tegas mengatakan bahwa IDI Pohuwato tidak akan menutup-nutupi persoalan ini apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggotanya.

“Saya sebenarnya di sini tidak ada menutup-nutupi. Seandainya itu melanggar ataupun mencederai hati teman-teman jurnalis, tentu akan menjadi perhatian kami,” ujar dr. Dian.

Dokter asal Sumatera ini mengatakan, bahwa organisasi profesi akan terlebih dahulu mempelajari persoalan tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Karena, menurutnya, setiap keputusan harus melalui mekanisme organisasi dan akan dikoordinasikan dengan IDI Provinsi Gorontalo.

“Segala konsekuensinya saya akan koordinasikan dengan Ketua IDI Provinsi Gorontalo. Langkah-langkah apa yang nanti akan kami lakukan, nanti akan kami sampaikan kepada teman-teman,” katanya.

Dihadapan massa aksi, dokter Dian juga menjelaskan bahwa dirinya hadir bukan hanya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bumi Panua, tetapi juga sebagai Ketua IDI Kabupaten Pohuwato.

“Jadi kapasitas saya di sini, walaupun memakai atribut ASN sebagai Plt Direktur RSUD Bumi Panua, saya juga hadir sebagai Ketua IDI Pohuwato,” jelasnya.

Mengenai persoalan ini, dokter Dian mengaku baru menerima informasi tersebut pada hari yang sama, sehingga belum dapat mengambil keputusan secara sepihak.

“Ini saya baru terima hari ini. Tidak elok juga saya mengambil keputusan itu secara sepihak. Semua itu harus kita dudukkan dulu, permasalahannya apa,” ujarnya.

Meski demikian, dokter Dian memastikan IDI Pohuwato akan bersikap tegas apabila hasil koordinasi dan penelusuran menunjukkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum dokter tersebut.

“Seandainya memang ada kesalahan, kami pun akan menindak tegas sejawat kami. Tapi saya rasa di forum ataupun tuntutan teman-teman jurnalis saya juga belum baca, saya juga harus koordinasi, karena sesungguhnya tidak ada keputusan yang diambil sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, wartawan dari berbagai media di Kabupaten Pohuwato menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Pohuwato dan dilanjutkan hingga ke Polres Pohuwato.

Aksi tersebut merupakan bentuk pembelaan terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, menyusul adanya dugaan pernyataan bernada ancaman yang disampaikan oleh seorang oknum dokter ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pohuwato kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Dalam aksi itu, massa mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan ancaman tersebut secara profesional, sekaligus meminta organisasi profesi dan instansi terkait mengambil langkah tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Example 300250