Scroll untuk baca artikel
Daerah

Usulkan Jaringan Irigasi Air Tanah, Bupati Saipul Targetkan Sawah Pohuwato Tak Lagi Kekurangan Air

4
×

Usulkan Jaringan Irigasi Air Tanah, Bupati Saipul Targetkan Sawah Pohuwato Tak Lagi Kekurangan Air

Sebarkan artikel ini
Bupati Saipul Mbuinga saat diterima oleh Direktur Air Tanah dan Air Baku, Dr. Mohammad Firman, S.T., M.T., di ruang kerjanya, Gedung Sumber Daya Air, Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian Pekerjaan Umum (PU), di Jakarta, Senin (06/07/2026).

SEPUTARPOHUWATO.COM – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, terus berupaya memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan melakukan konsultasi dan koordinasi ke Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian Pekerjaan Umum (PU), di Jakarta, Senin (06/07/2026).

Dalam kunjungan itu, Bupati Saipul diterima langsung oleh Direktur Air Tanah dan Air Baku, Dr. Mohammad Firman, S.T., M.T., di ruang kerjanya, Gedung Sumber Daya Air.

Pada pertemuan tersebut, Saipul memaparkan berbagai persoalan yang dihadapi petani di Kabupaten Pohuwato, terutama sulitnya memperoleh pasokan air irigasi akibat sedimentasi yang menumpuk di saluran irigasi.

Menurutnya, endapan sedimentasi membuat aliran air tidak maksimal mengairi areal persawahan. Kondisi itu semakin diperparah saat musim kemarau karena debit air terus menurun sehingga pembagian air irigasi tidak mencukupi dan berdampak pada mundurnya masa tanam maupun panen petani.

“Bagi kami, persoalan air irigasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menyangkut keberlangsungan produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu, kami datang langsung ke Kementerian PU untuk memperjuangkan solusi yang lebih permanen melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), sehingga petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada saluran irigasi permukaan,” ujar Saipul.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengusulkan 16 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang telah terinput dalam aplikasi SIPURI dan siap ditindaklanjuti.

Usulan tersebut berada di Daerah Irigasi Taluduyunu yang meliputi Kecamatan Buntulia, Kecamatan Duhiadaa, dan Kecamatan Patilanggio dengan sebaran yang disesuaikan berdasarkan luasan daerah irigasi.

Selain itu, Pemkab Pohuwato juga mengusulkan tambahan pembangunan JIAT di Daerah Irigasi Molosifat, Kecamatan Popayato Barat, serta Daerah Irigasi Bunuyo, Kecamatan Paguat, agar dapat diakomodasi melalui APBN Perubahan maupun APBN Tahun Anggaran 2027.

“Perkiraan kebutuhan anggaran untuk satu titik bor JIAT sekitar Rp1,5 miliar, dengan kemampuan mengairi lahan sawah secara berkelanjutan seluas 3 hingga 5 hektare. Kami berharap usulan ini mendapat dukungan pemerintah pusat karena manfaatnya akan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat petani,” katanya.

Saipul berharap pembangunan JIAT menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kekurangan air irigasi di Kabupaten Pohuwato sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

Sementara itu, Direktur Air Tanah dan Air Baku Kementerian PU, Dr. Mohammad Firman, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang datang langsung menyampaikan kebutuhan daerah.

Ia mengatakan seluruh usulan yang telah masuk melalui mekanisme perencanaan akan dipelajari dan diverifikasi sesuai ketentuan serta ketersediaan anggaran.

“Kami mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang datang langsung menyampaikan kebutuhan daerah. Seluruh usulan yang telah terinput dalam sistem akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.

Firman menegaskan, pada prinsipnya Direktorat Air Tanah dan Air Baku mendukung upaya penyediaan air baku dan irigasi air tanah sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang kerap mengalami kekurangan air.

“Pada prinsipnya, kami mendukung upaya penyediaan air baku dan irigasi air tanah sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang kerap mengalami kekurangan air,” tambah mantan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II Medan tersebut.

Bupati Saipul optimistis apabila usulan pembangunan JIAT tersebut terealisasi, persoalan kekurangan air irigasi di sejumlah daerah, khususnya Daerah Irigasi Molosifat di Kecamatan Popayato Barat dan Daerah Irigasi Bunuyo di Kecamatan Paguat, dapat diatasi.

Dengan terpenuhinya kebutuhan air irigasi, produktivitas pertanian di Kabupaten Pohuwato diharapkan meningkat sehingga mampu mendorong kesejahteraan para petani.

Example 300250