SEPUTARPOHUWATO.COM – Pemerintah Kabupaten Pohuwato kembali memperoleh alokasi bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperuntukkan bagi ribuan siswa di daerah berjuluk ‘Bumi Panua’ tersebut.
Tahun ini, total sebanyak 6.850 siswa ditetapkan sebagai penerima manfaat bantuan pendidikan tersebut.
Rinciannya, sebanyak 5.277 siswa Sekolah Dasar (SD) dari 129 sekolah dan 1.573 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 45 sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten Pohuwato.
Selain itu, bantuan juga menyasar jalur pendidikan non formal diantaranya untuk Program Paket A tercatat 1 penerima dari 4 lembaga, sedangkan Paket C sebanyak 12 penerima dari 12 lembaga dan Paket B untuk sementara belum memiliki penerima tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pohuwato, Hi Arman Mohammad, S.Pd.i., M.Si mengungkapkan capaian tersebut tidak lepas dari perjuangan pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato terus melakukan koordinasi intensif agar daerah tetap mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan pendidikan.
“Bantuan dana PIP sebanyak 6.850 ini merupakan hasil perjuangan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato dalam berkoordinasi dengan pihak kementerian,” ujar Arman Mohammad.
Arman yang memiliki latar belakang sebagai tenaga pendidik inipun berharap agar bantuan tersebut mampu meringankan beban biaya pendidikan keluarga siswa, sekaligus menambah motivasi belajar anak-anak di sekolah.
Untuk besaran bantuan, lanjut Arman, siswa jenjang SD menerima Rp450 ribu per orang, sementara siswa SMP mendapatkan Rp750 ribu per orang.
Meski demikian, katanya lagi, untuk jumlah penerima PIP tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu dipengaruhi adanya kebijakan efisiensi serta refocusing anggaran di tingkat pemerintah pusat.
Karena itu, dirinya mengimbau seluruh satuan pendidikan agar kemudian lebih selektif lagi dalam penyaluran bantuan, sehingga benar-benar tepat sasaran bagi siswa yang membutuhkan.
Ditegaskannya, bahwa Program Indonesia Pintar ini akan tetap menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang terhambat dalam mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi,” pungkas mantan Asisten Pemkesra Setda Pohuwato ini.
Diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan tunai pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk siswa 6 hingga 21 tahun dari keluarga miskin atau rentan miskin guna mencegah putus sekolah.





























