SEPUTARPOHUWATO.COM – Persoalan lahan yang ditempati masyarakat hingga kebutuhan keamanan dan kenyamanan warga Dusun Moyongo, Desa Iloheluma, Kecamatan Patilanggio, menjadi perhatian dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Limonu Hippy.
Dalam kegiatan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026-2027 Daerah Pemilihan (Dapil) Boalemo-Pohuwato yang berlangsung Kamis (5/11/2026), Dandim 1313/Pohuwato Letkol Arm Fiat Suwandana turut hadir mendampingi sekaligus membuka ruang dialog terkait berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, unsur Forkopimda Kabupaten Pohuwato, perwakilan instansi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Desa Iloheluma, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Dalam penyampaiannya, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Limonu Hippy mengungkapkan sejumlah aspirasi warga, terutama menyangkut kepastian dan kenyamanan masyarakat Dusun Moyongo yang menempati lahan milik TNI/Kodam.
Politisi Partai Gerindra itu berharap kehadiran Bupati Pohuwato dan Dandim 1313/Pohuwato dapat membantu mencarikan solusi terbaik, khususnya terkait persoalan lahan dan dokumen kepemilikan atau penguasaan tanah oleh masyarakat.
Warga juga mengusulkan agar lokasi lapangan latihan militer dapat disesuaikan ke bagian atas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, tanpa mengurangi dukungan terhadap keberadaan fasilitas latihan TNI di Desa Iloheluma.
Selain itu, masyarakat mengusulkan pembangunan jembatan dengan bentangan sekitar 10 meter di Dusun Moyongo. Infrastruktur tersebut dinilai dibutuhkan untuk mempermudah akses warga menuju kawasan perkebunan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dandim 1313/Pohuwato Letkol Arm Fiat Suwandana menyampaikan bahwa TNI AD berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat melalui pembinaan teritorial.
Pamen TNI AD berpangkat dua melati dipundaknya ini menegaskan, keberadaan Babinsa di wilayah binaan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dandim bahkan meminta warga tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan perilaku Babinsa yang tidak sesuai dengan ketentuan maupun norma yang berlaku.
Menurutnya, setiap laporan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti sesuai aturan.
Terkait persoalan lahan TNI/Kodam, Fiat meminta Kepala Desa Iloheluma melakukan pendataan terhadap masyarakat yang memiliki surat atau dokumen pendukung kepemilikan maupun penguasaan lahan.
Pendataan tersebut, kata Dandim Fiat, akan menjadi bahan koordinasi untuk mencari langkah penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara mengenai kekhawatiran masyarakat terhadap aktivitas latihan militer, Dandim memberikan penjelasan bahwa kegiatan latihan dilaksanakan tanpa menggunakan amunisi tajam.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir selama kegiatan latihan berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Adapun permohonan pembangunan jembatan di Dusun Moyongo, Dandim menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lebih lanjut.
Sementara itu, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan dan sinergi seluruh pihak dalam mendorong pembangunan daerah.
Bupati juga memaparkan perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Pohuwato yang berdasarkan laporan disampaikannya mengalami penurunan dari sebelumnya 17 persen menjadi 13 persen.
Selain itu, Saipul turut menjelaskan rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Pohuwato yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meminta dukungan Dandim terkait usulan pembangunan jembatan di Dusun Moyongo agar kebutuhan akses masyarakat dapat menjadi perhatian bersama.
Tidak hanya membahas persoalan wilayah, Dandim Fiat Suwandana juga menyampaikan informasi mengenai penerimaan prajurit TNI AD.
Ia mengungkapkan bahwa Kodim 1313/Pohuwato siap mendampingi dan memfasilitasi putra-putri daerah yang berminat mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI AD, termasuk melalui pembinaan dan pelatihan sebagai persiapan menghadapi tahapan seleksi.
Usai rangkaian sambutan dan ramah tamah, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi rencana pembangunan jembatan di Dusun Moyongo.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung menuju kawasan perkebunan.
Melalui kegiatan reses ini, aspirasi masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, dan instansi terkait demi menciptakan keamanan, kenyamanan, serta mendukung kebutuhan pembangunan masyarakat Dusun Moyongo.













