SEPUTARPOHUWATO.COM – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, mengajak seluruh pemangku adat untuk terus memperkuat peran dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta budaya Gorontalo agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ajakan tersebut disampaikan Iwan saat menghadiri kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Pemangku Adat Kabupaten Pohuwato Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Adat Pohuwato, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Zulkifli Umar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Arman Mohamad, Kabag Kesra Nakir Ismail, Ketua Lembaga Adat Pohuwato Kisman Mooduto, Hakimu Pohuwato Ustaz Wisno Pakaya, para camat, serta pemangku adat se-Kabupaten Pohuwato.
Dalam sambutannya, Iwan menegaskan bahwa keberadaan pemangku adat memiliki peran strategis dalam mempertahankan identitas dan jati diri masyarakat Pohuwato.
Menurutnya, adat dan budaya bukan hanya sebatas warisan leluhur, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, seperti kebersamaan, persatuan, penghormatan, dan kearifan lokal.
“Pemangku adat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, peran pemangku adat harus terus diperkuat agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, pembinaan dan evaluasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemangku adat di masing-masing wilayah.
Iwan juga berharap para pemangku adat dapat terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh pemangku adat dapat semakin meningkatkan peran dan tanggung jawabnya. Pemerintah daerah tentu membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan kelestarian budaya daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Iwan mengingatkan agar nilai-nilai luhur budaya Gorontalo tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda.
Hal ini penting agar adat istiadat dan kearifan lokal tidak tergerus oleh perkembangan zaman, melainkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pohuwato.
Pada kesempatan tersebut, Iwan turut menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang belum dapat menghadiri kegiatan karena sedang mengikuti agenda lain yang tidak kalah penting.
“Beliau mengirim salam buat kita semua. Semoga pertemuan ini menjadi penyemangat buat kita semua dalam rangka mempertahankan nilai-nilai adat Gorontalo di Kabupaten Pohuwato,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pembinaan dan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap eksistensi kelembagaan adat semakin kuat dan para pemangku adat dapat meningkatkan kontribusinya dalam menjaga tatanan kehidupan sosial budaya masyarakat.
Dengan demikian, warisan leluhur tetap terpelihara dan dapat diteruskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato.













