Scroll untuk baca artikel
Hukum

Excavator Tergelincir, Tebing Tambang Longsor dan Timbun 3 Penambang di PETI Tomula Pohuwato

25
×

Excavator Tergelincir, Tebing Tambang Longsor dan Timbun 3 Penambang di PETI Tomula Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Lokasi kecelakaan di Kawasan Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato.

SEPUTARPOHUWATO.COM – Tiga penambang menjadi korban longsor di kawasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (02/9/2026), saat sebuah excavator bermerek Hitachi yang berada di kawasan tambang tengah menjalani proses perbaikan.

Informasi yang dihimpun, sejumlah pekerja saat itu sedang melakukan perbaikan sekaligus pengelasan pada bagian bucket excavator.

Namun, proses perbaikan tersebut berubah menjadi petaka.

Excavator yang berada di atas tebing tiba-tiba tergelincir dari posisinya.

Alat berat tersebut kemudian diduga memicu longsoran material tanah dari tebing galian tambang.

Material tanah yang longsor selanjutnya menimpa sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, terdapat tiga korban dalam kejadian tersebut.

Ketiganya masing-masing berinisial R, A dan R.

Salah seorang korban disebut-sebut merupakan operator excavator yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Saat itu ekskavator sementara diperbaiki dan dilakukan pengelasan di bagian bucket. Tiba-tiba alat berat tersebut tergelincir karena posisinya berada di atas tebing,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Akibat longsor tersebut, ketiga korban mengalami luka dengan kondisi berbeda.

Salah seorang korban yang diduga merupakan operator excavator dilaporkan mengalami patah pada bagian pinggang.

Korban lainnya mengalami patah kaki.

Sementara satu korban lainnya mengalami sejumlah luka pada bagian tubuh.

Ketiga korban kemudian berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

Para korban sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Pohuwato.

Beberapa korban kemudian dikabarkan dirujuk ke rumah sakit di Kota Gorontalo untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di kawasan pertambangan yang diduga tidak memiliki izin.

Aktivitas pertambangan menggunakan alat berat di kawasan dengan kondisi medan berupa tebing dan galian memiliki risiko terjadinya longsor.

Terlebih, insiden terjadi ketika alat berat sedang menjalani proses perbaikan di area tambang.

Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi pertambangan tersebut diduga dikelola oleh pasangan suami istri yang masing-masing berinisial R dan P.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan kepemilikan maupun pengelolaan lokasi pertambangan tersebut masih membutuhkan konfirmasi dari pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.

Belum diketahui pula langkah hukum yang akan diambil terkait aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan Tomula.

Seputar Pohuwato masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai insiden tersebut.

Example 300250