Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Gorontalo Masih Rendah, Baru 33,8 Persen

3
×

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Gorontalo Masih Rendah, Baru 33,8 Persen

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan KDKMP Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Makorem 133/Nani Wartabone, Gorontalo.

SEPUTARPOHUWATO.COM – Capaian pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Gorontalo hingga saat ini masih tergolong rendah.

Dari total 729 desa dan kelurahan yang ada, pembangunan KDKMP baru mencapai 247 titik atau sekitar 33,8 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan KDKMP Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Makorem 133/Nani Wartabone, Gorontalo.

Dalam arahannya, Danrem menegaskan bahwa rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan KDKMP Tahap II sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.

Menurutnya, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 60.000 titik KDKMP secara nasional hingga akhir tahun 2026. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut perintah dari Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan KDKMP Tahap II sebagai bagian dari Program Strategis Nasional. Untuk itu, perlu adanya koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak terkait agar pelaksanaannya berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai target,” ujar Danrem.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 ini menjelaskan, dari 247 titik pembangunan KDKMP di Gorontalo, sebanyak 152 titik telah selesai dibangun. Sementara 95 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Meski menunjukkan progres, angka tersebut dinilai masih jauh dari jumlah desa dan kelurahan yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Capaian pembangunan KDKMP di Provinsi Gorontalo relatif masih rendah apabila dibandingkan dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Perwira Tinggi TNI AD dari kecabangan Kavaleri ini menilai percepatan pembangunan hanya dapat dilakukan melalui koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, stakeholder terkait, aparat kewilayahan, serta pemerintah desa dan kelurahan.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyampaikan apresiasi kepada Agrinas Pangan yang telah memberikan dukungan dan pengawalan terhadap pelaksanaan pembangunan KDKMP di Gorontalo.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Agrinas Pangan yang telah melaksanakan pengawalan dan mendukung proses pekerjaan pembangunan KDKMP sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Melalui rakor itu, Danrem berharap seluruh pihak memiliki kesamaan persepsi dalam menjalankan program, mampu menemukan solusi terhadap berbagai kendala di lapangan, serta menyusun langkah-langkah konkret dan terukur untuk mempercepat pembangunan KDKMP Tahap II.

Jenderal Bintang Satu inipun mengajak seluruh elemen terkait untuk terus meningkatkan sinergi, koordinasi, dan komunikasi guna memastikan target pembangunan Koperasi Merah Putih di Gorontalo dapat tercapai secara optimal.

“Dengan kerja sama yang baik dari seluruh pihak, saya yakin target pembangunan KDKMP Tahap II dapat kita capai dengan maksimal,” pungkasnya.

Example 300250