Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bukan Sekadar Perayaan, HUT RI ke-81 di Marisa Diisi Dzikir, Doa dan Santunan Anak Yatim

9
×

Bukan Sekadar Perayaan, HUT RI ke-81 di Marisa Diisi Dzikir, Doa dan Santunan Anak Yatim

Sebarkan artikel ini
Foto: istimewa/seputarpohuwato.com

SEPUTARPOHUWATO.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, tak sekadar diisi dengan kegiatan hiburan.

Pemerintah Kecamatan Marisa memilih menggelar dzikir dan doa bersama sahabat yatim, sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim.

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Marisa Kami Doakan Indonesia” itu berlangsung di halaman Kantor Camat Marisa, Kamis (13/08/2026) malam.

Suasana religius begitu sangat terasa saat berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk memanjatkan doa bagi bangsa Indonesia sekaligus berbagi dengan anak-anak yatim.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Marisa Usman Hadis Bay, Sekretaris Kecamatan Marisa Moh Ramli Hipi, Forkopimcam, kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Marisa.

Turut hadir Kepala KUA Marisa Abdullah Hasanudin, Kepala Puskesmas Marisa Alvian Tomaili serta tokoh dakwah sekaligus penceramah, Ustadz Kasim Badu.

Dalam keterangannya Camat Marisa Usman Hadis Bay mengatakan, bahwa dzikir dan doa bersama ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Marisa.

“Pada malam hari ini kita melaksanakan kegiatan dzikir dan doa bersama sahabat yatim di Kecamatan Marisa dan kita memberikan santunan kepada anak yatim,” kata Usman.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap anak yatim.

Usman berharap kepedulian tersebut dapat menjadi jalan bagi masyarakat Marisa untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Kita berharap dengan kepedulian seperti ini warga masyarakat Marisa akan selalu diberkahi kehidupannya dari Allah SWT, karena kita menyantuni anak-anak kesayangan Rasulullah SAW,” ujarnya.

Sebenarnya, ungkap Usman, santunan kepada anak yatim bukan kegiatan yang hanya dilakukan saat momentum HUT Proklamasi RI.

Tapi, kata Usman, pihaknya hampir setiap bulan memberikan santunan kepada anak yatim yang ada di wilayah Kabupaten Pohuwato.

“Untuk saat ini kita hampir tiap bulan menyantuni anak yatim, kurang lebih ada ratusan seluruh Kabupaten Pohuwato sebenarnya,” ungkapnya.

Khusus Kecamatan Marisa, urai Usman, jumlah anak yatim belum dapat diketahui secara pasti.

Hal itu, menurut Usman, disebabkan karena pendataan anak yatim di wilayah Kecamatan Marisa masih perlu dibenahi.

“Khusus untuk Marisa memang masih fluktuatif karena pendataannya memang belum rapi,” jelasnya.

Meski demikian, kata Usman, pemerintah kecamatan telah mengetahui sejumlah titik berkumpulnya anak-anak yatim.

“Jumlah pastinya belum bisa, tapi mungkin se-Marisa ini lebih dari seratus orang anak yatim, baik yang terorganisir maupun yang tidak terorganisir,” katanya.

Usman menjelaskan, Kecamatan Marisa sebelumnya telah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.

Kegiatan tersebut di antaranya olahraga serta kegiatan seni dan budaya.

Dzikir dan doa bersama kemudian menjadi salah satu puncak rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan di Kecamatan Marisa.

“Kita memang banyak kegiatan yang kita laksanakan dalam rangka HUT ke-81 ini, di antaranya kegiatan olahraga, seni budaya, dan malam ini adalah puncaknya di doa dan zikir bersama,” tuturnya.

“Alhamdulillah diikuti oleh berbagai macam seluruh elemen, seluruh Forkopimcam kecuali yang berhalangan hadir dan ada juga dari majelis taklim, dari desa-desa dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Usman mengatakan, dzikir dan doa bersama sahabat yatim tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan Marisa.

Mantan Kabag Prokopim Setda Pohuwato ini berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan tidak hanya menunggu momen-momen tertentu.

“Ini memang perdana kita lakukan di tingkat Kecamatan Marisa, insyaallah akan tetap terus kita lakukan. Tidak hanya pada momen-momen tertentu, tapi semisalnya kita lakukan serutin mungkin,” katanya.

Mantan Jubir Bupati Pohuwato inipun berharap dengan maraknya kegiatan-kegiatan religius seperti ini dapat membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Marisa yang merupakan ibu kota Kabupaten Pohuwato.

“Harapan saya adalah dengan maraknya kegiatan-kegiatan religius seperti ini, ini semakin membawa keberkahan bagi daerah kita, khususnya Kecamatan Marisa yang merupakan ibu kota Kabupaten Pohuwato,” harap Usman.

Wulea Lo Lipu ini juga berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif dengan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk mengingat Allah SWT.

“Semoga kegiatan ini memiliki impact (pengaruh) yang positif, lebih banyak mengajak kepada orang untuk senantiasa ingat kepada Allah dan tentu kegiatan-kegiatan ini adalah harapannya tentu dalam rangka menggapai ridho Allah SWT,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Agus Hulubangga menyampaikan rasa haru dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh undangan yang berkesempatan hadir di dzikir dan doa bersama yang dihelat oleh Pemerintah Kecamatan Marisa.

“Kegiatan seperti ini tentu memiliki makna yang mendalam, karena melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam suasana yang religius dan penuh harapan. Dzikir dan doa bersama ini juga menjadi mediasi untuk memohon keberkahan dan petunjuk dari Allah SWT,” katanya.

Example 300250