Scroll untuk baca artikel
Daerah

Program ATENSI Kemensos Hadir di Pohuwato, Lima Penyandang Disabilitas Diberangkatkan Pasang Kaki Palsu

44
×

Program ATENSI Kemensos Hadir di Pohuwato, Lima Penyandang Disabilitas Diberangkatkan Pasang Kaki Palsu

Sebarkan artikel ini
lima penyandang disabilitas yang akan menjalani pemasangan kaki palsu melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

SEPUTARPOHUWATO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato melalui Wakil Bupati Iwan S. Adam melepas lima penyandang disabilitas yang akan menjalani pemasangan kaki palsu melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Prosesi pelepasan berlangsung di Kantor Bupati Pohuwato, Senin (20/7/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Asisten Administrasi Umum Achmad Djuuna, Plt Kepala Dinas Sosial Amrin Umar, Sekretaris Dinas Sosial Risna R. Laisa, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Yusni Arsyad, serta jajaran Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato.

Selanjutnya, lima penerima manfaat diberangkatkan menuju Dinas Sosial Kabupaten Boalemo untuk menjalani tahapan pengukuran, pemasangan kaki palsu, hingga pelatihan penggunaan alat bantu tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Tumoutou Manado yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Pohuwato melalui Program ATENSI.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

“Pemerintah Kabupaten Pohuwato menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Tumoutou Manado atas dukungan yang diberikan. Bantuan pemasangan kaki palsu ini merupakan wujud nyata kepedulian negara kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para penerima dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Iwan.

Ia mengatakan, Program ATENSI tidak hanya menghadirkan bantuan berupa alat bantu kaki palsu, tetapi juga memberikan harapan baru bagi penyandang disabilitas agar dapat hidup lebih mandiri dan produktif.

“Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bergerak, berkarya, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong program-program yang meningkatkan aksesibilitas, kemandirian, dan kualitas hidup mereka,” katanya.

Iwan juga meminta Dinas Sosial bersama seluruh pendamping untuk memberikan pendampingan secara maksimal selama proses pemasangan hingga pelatihan penggunaan kaki palsu.

Menurutnya, pendampingan tidak boleh berhenti setelah alat bantu diserahkan, melainkan harus memastikan para penerima manfaat mampu menggunakan kaki palsu dengan nyaman dan percaya diri.

“Saya berharap pendampingan tidak berhenti pada saat pemasangan alat bantu saja, tetapi juga memastikan para penerima manfaat mampu menggunakan kaki palsu ini dengan nyaman dan percaya diri. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan sampai mereka dapat kembali beraktivitas secara optimal,” tegasnya.

Kepada para penerima manfaat, Iwan berpesan agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya dan tetap memiliki semangat menjalani kehidupan.

“Insyaallah kaki palsu ini dapat membantu bapak dan ibu dalam bergerak, berjalan, bekerja, dan berkumpul bersama keluarga. Jangan pernah kehilangan semangat. Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Iwan juga menyampaikan salam hormat dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan tugas pemerintahan di luar daerah.

Ia mengatakan, Bupati berharap proses pemasangan kaki palsu berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi para penerima manfaat.

Adapun lima warga yang mengikuti program tersebut masing-masing Rasyid Umar (50), warga Kecamatan Popayato yang mengalami disabilitas sekitar dua tahun terakhir, Rizkiyanti Saini (28), warga Kecamatan Popayato Barat yang merupakan penyandang disabilitas sejak lahir, Gufron Pasisingi (21), warga Kecamatan Popayato yang mengalami disabilitas akibat kecelakaan kerja di tambang sekitar dua tahun lalu, Saipul Moha (49), warga Kecamatan Randangan yang mengalami disabilitas akibat musibah kebakaran sekitar 10 tahun lalu, serta Suitno (61), warga Kecamatan Taluditi yang mengalami disabilitas akibat kecelakaan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, Amrin Umar, menjelaskan bahwa bantuan pemasangan kaki palsu merupakan bagian dari Program ATENSI Kementerian Sosial RI melalui Sentra Tumoutou Manado yang ditujukan untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian penyandang disabilitas.

Ia menambahkan, selama proses pengukuran, pemasangan hingga pelatihan penggunaan alat bantu, seluruh penerima manfaat akan didampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan para pendamping rehabilitasi sosial.

Amrin berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga para penerima manfaat dapat segera kembali beraktivitas secara mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Example 300250