SEPUTARPOHUWATO.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan tersebut diumumkan melalui sidang adat tonggeyamo yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato, Selasa (17/02/2026) malam.
Sebagai tindak lanjut, pemangku adat melaksanakan prosesi pemakluman kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga selaku khalifah di daerah.
Rabu (18/02/2026) malam, genderang adat dibunyikan selama lima menit di Rumah Jabatan Bupati. Prosesi itu dipimpin Bate Pohuwato, Asmad N. Tuna, sebagai tanda secara adat bahwa wilayah tersebut telah memasuki 1 Ramadan.
Prosesi adat mopo ota mopotingohu tingohu lipu toyiladia lo tau lo ulipu menjadi bagian penting dalam tradisi penetapan awal Ramadan di Pohuwato. Bunyi genderang menjadi simbol pemberitahuan kepada pemimpin dan masyarakat bahwa bulan suci telah tiba.
Selanjutnya, Bupati Saipul dijemput secara adat dari rumah jabatan menuju Masjid Agung Baiturahim Pohuwato untuk melaksanakan salat tarawih perdana.
Setibanya di masjid, Saipul didampingi Asisten Pemkesra Zulkifli Umar dan Kadhi Pohuwato Syaiful Ali Sabu melakukan pemukulan beduk. Tabuhan beduk itu menjadi tanda resmi dimulainya salat tarawih sekaligus penanda masuknya bulan suci Ramadan.
Pemukulan beduk kemudian dilanjutkan oleh para pemangku adat dan disaksikan jamaah yang telah memadati masjid.
Saipul mengatakan, momen tersebut menjadi simbol dimulainya ibadah puasa pada Kamis, 19 Februari 2026.
“Mulai malam ini kita laksanakan salat tarawih berjemaah. Mari kita isi bulan Ramadan dengan pengajian, tadarus Al-Qur’an, salat wajib dan sunah, serta berbagai amalia lainnya,” ujar Saipul.
Orang nomor satu di Kabupaten Pohuwato ini juga mengingatkan bahwa kesempatan untuk kembali bertemu Ramadan di tahun mendatang belum tentu dapat diraih.
Karena itu, ia mengajak seluruh umat Muslim di Pohuwato memanfaatkan Ramadan 1447 Hijriah dengan memperbanyak ibadah dan amal kebajikan.




























