SEPUTARPOHUWATO.COM – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah perempuan di Kabupaten Pohuwato untuk terus bergerak. Di momen peringatan Hari Kartini, semangat emansipasi justru terasa semakin kuat, hidup dalam aksi nyata melalui kegiatan edukasi pencegahan kekerasan dan ketidakadilan gender.
Sebanyak 150 peserta dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DWP kecamatan se-Kabupaten Pohuwato memadati Aula Dinas PU, Selasa (21/04/2026). Mereka mengikuti sosialisasi bertema “Pemberdayaan Perempuan Melalui Sosialisasi Cegah Kekerasan dan Bentuk Ketidakadilan Berbasis Gender.”
Kegiatan ini merupakan kolaborasi DWP Kabupaten Pohuwato bersama DWP Dinas Kesehatan, DWP Dinas Lingkungan Hidup, DWP BPBD, DWP Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta DWP Kecamatan Popayato Barat.
Menariknya, kegiatan ini terlaksana tanpa dukungan anggaran hibah dari pemerintah daerah. Biaya penyelenggaraan berasal dari partisipasi DWP Kabupaten, 30 DWP OPD, dan 13 DWP kecamatan.
Sekretaris Daerah Pohuwato, Iskandar Datau, yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati, mengungkapkan apresiasi mendalam atas semangat para perempuan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dari Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang belum sempat hadir. Namun saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tanpa anggaran pun, semangat ibu-ibu tidak pernah padam,” ujarnya.
Iskandar menjelaskan, di tahun ini pemerintah daerah memang tidak mengalokasikan hibah bagi organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan, kecuali untuk operasional Masjid Agung Pohuwato.
Meski demikian, menurutnya hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Dharma Wanita untuk terus berkarya dan menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan daerah.
“Semangat Kartini yang kita peringati hari ini harus menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam pendidikan, peran sosial, dan pembangunan. Kita sudah tidak lagi berada di era di mana perempuan hanya dibatasi di ruang domestik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Pohuwato, Ny. Suriyati Datau R. Abdjul, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial budaya dalam mendorong kesetaraan gender.
Suriyati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para DWP OPD dan kecamatan yang ikut berpartisipasi aktif.
“Semangat Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni. Ini harus menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota DWP tentang pentingnya kesetaraan gender, memberikan edukasi terkait bentuk-bentuk kekerasan yang kerap terjadi, serta mendorong perempuan agar lebih aktif menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari Dinas P3AP2KB bidang Perlindungan Perempuan (PP) dan Pengarusutamaan Gender (PUG), yang mengulas berbagai bentuk kekerasan serta ketidakadilan yang masih sering terjadi, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Harapannya, seluruh anggota DWP dapat menjadi pelopor dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan sekaligus menjadi penyambung informasi di tengah masyarakat.
Di balik keterbatasan, perempuan Pohuwato justru menunjukkan kekuatan. Semangat Kartini tak hanya dikenang, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata demi menciptakan masyarakat yang lebih adil, aman, dan sejahtera.



























