SEPUTARPOHUWATO.COM – Sebanyak 10 pemuda dari desa-desa lingkar tambang mengikuti Pelatihan Operator Medium-Truck Manhaul yang diselenggarakan Pani Gold Mine bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pohuwato.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung BLK Pohuwato, Rabu (3/6/2026), itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri pertambangan.
OHS Senior Manager Pani Gold Mine, Oktovian Keleyan, yang juga bertindak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Gorontalo Sejahtera Mining, mengatakan program tersebut merupakan upaya nyata perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten dan siap bersaing.
“Pelatihan ini wujud nyata komitmen perusahaan untuk meningkatkan kompetensi talenta lokal. Kompetensi mereka harus memenuhi kebutuhan skill yang spesifik di perusahaan,” ujar Oktovian saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan, pelatihan operator tidak hanya mengajarkan keterampilan mengoperasikan kendaraan, tetapi juga membangun kedisiplinan, budaya keselamatan kerja, dan komitmen dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kemampuan teknis yang dibarengi dengan etos kerja yang baik akan menjadi modal penting bagi peserta untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Bapak Ibu agar memanfaatkan kesempatan ini agar kalian semua siap bersaing dengan skill tambahan,” katanya.
Kepala BLK Pohuwato, Ferny Lengkong, dalam laporannya menjelaskan bahwa seluruh peserta pelatihan berasal dari berbagai desa di wilayah lingkar tambang. Dari 10 peserta yang mengikuti pelatihan, tujuh di antaranya merupakan laki-laki.
Ferny mengapresiasi dukungan Pani Gold Mine yang tetap berkomitmen menghadirkan program peningkatan keterampilan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi BLK.
“Kami sangat bersyukur, di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada minimnya kegiatan BLK, Pani Gold Mine hadir memberikan dukungan untuk terselenggaranya kegiatan pelatihan ini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses perekrutan peserta tidak sepenuhnya mudah. Menurutnya, masih terdapat pemuda di desa-desa yang lebih memilih bekerja sebagai kabilasa atau penambang tradisional dibanding mengikuti pelatihan keterampilan.
Meski demikian, BLK tetap berupaya mendorong generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai program pelatihan yang tersedia.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Pohuwato, Achmad Juuna, yang hadir mewakili Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, memberikan apresiasi kepada Pani Gold Mine dan BLK Pohuwato atas kolaborasi yang terjalin.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM lokal sekaligus membuka peluang kerja yang lebih besar bagi putra-putri daerah.
“Ini merupakan langkah awal untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Ini kesempatan bagi anak-anak lokal untuk lebih maju,” kata Achmad.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan selama delapan hari itu dengan sebaik-baiknya agar memiliki keterampilan, disiplin, dan etos kerja yang dibutuhkan dunia industri.
“Manfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan disiplin, etos kerja dan keterampilan,” pungkasnya.
















