Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bupati Saipul Ungkap Rencana Perpanjangan Runway Bandara Panua, Bisa Layani Pesawat Boeing 737

9
×

Bupati Saipul Ungkap Rencana Perpanjangan Runway Bandara Panua, Bisa Layani Pesawat Boeing 737

Sebarkan artikel ini
Foto: Prokopim Pohuwato

SEPUTARPOHUWATO.COM – Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus mendorong pengembangan Bandara Panua di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan.

Salah satu fokus utama yang kini diperjuangkan adalah perpanjangan dan pelebaran runway agar Bandara Panua ke depan dapat melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar, termasuk tipe Boeing 737.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, saat meninjau Bandara Panua Pohuwato, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Saipul didampingi Kepala Dinas Perhubungan Pohuwato Muslimin Nento, Camat Randangan Saharudin Saleh, Sekretaris Dinas Perhubungan Herdi Poha beserta jajaran, Kabag Prokopim Ikbal Mbuinga, Tim Ahli Bupati Edo Sijaya, serta Kepala Satuan Pelayanan Bandara Panua Kabupaten Pohuwato Sadli Agus Darise bersama jajaran petugas bandara.

Saipul mengatakan, pengembangan Bandara Panua merupakan sebuah kebutuhan seiring dengan perkembangan daerah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan investasi di Pohuwato membuat kebutuhan terhadap akses transportasi udara yang lebih memadai semakin penting.

“Pengembangan bandara adalah sebuah tuntutan. Seiring berjalannya waktu, ini adalah sebuah kepastian. Entah kapan ini terwujud, waktulah yang akan menentukan,” ujar Saipul.

Ia menjelaskan, Pemkab Pohuwato terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengembangan bandara tersebut.

Salah satunya melalui konsultasi aktif dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana perpanjangan dan pelebaran runway.

“Daerah kita banyak investasi dan pertumbuhan ekonomi setiap tahun juga meningkat. Untuk itu, pengembangan bandara ini terus kami dorong dengan melakukan konsultasi aktif dengan Kementerian Perhubungan,” katanya.

Saipul mengungkapkan, runway Bandara Panua yang ada saat ini memiliki panjang sekitar 1.200 meter.

Dengan kondisi tersebut, Bandara Panua masih terbatas untuk didarati pesawat perintis dengan jumlah penumpang yang relatif sedikit.

“Yang existing sekarang itu 1.200 meter, hanya didarati oleh pesawat perintis yang jumlah penumpangnya kecil,” ungkapnya.

Karena itu, Pemkab Pohuwato telah menyampaikan surat kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman Laisa, terkait permohonan perpanjangan runway Bandara Panua.

Rencana pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan penerbangan di Kabupaten Pohuwato.

Bahkan, terdapat dukungan dari pihak perusahaan agar Bandara Panua nantinya dapat melayani pesawat dengan tipe Boeing 737.

Saipul mengatakan, permohonan pengembangan Bandara Panua tersebut juga telah disampaikan kepada Presiden dan Menteri Perhubungan.

“Insyaallah mendapat dukungan. Insyaallah tidak trauma lagi kalau sudah dengan tipe ATR dan apalagi tipe Boeing 737. Karena pesawat jenis besar akan mempermudah pelayanan dari dan ke Pohuwato, serta penerbangannya aman,” katanya.

Menurut Saipul, pengembangan Bandara Panua bukan hanya untuk kepentingan mobilitas masyarakat Pohuwato.

Bandara tersebut juga berpotensi menjadi salah satu bandara alternatif ketika Bandara Djalaluddin Gorontalo mengalami kendala akibat cuaca ekstrem.

Bahkan, Bandara Panua dinilai dapat menjadi alternatif bagi penerbangan dari maupun menuju kawasan Manado.

Saipul menyebut kondisi geografis di sekitar Bandara Panua menjadi salah satu keunggulan.

Ia menilai lokasi bandara tidak memiliki persoalan awan tebal maupun kendala kedekatan dengan pegunungan seperti yang dapat menjadi tantangan bagi operasional penerbangan di lokasi tertentu.

Dengan runway yang lebih panjang, akses bagi pengusaha, kementerian, wisatawan hingga masyarakat umum untuk datang ke Pohuwato diyakini akan semakin terbuka.

Saipul mengatakan, rencana pengembangan Bandara Panua semakin relevan dengan pertumbuhan ekonomi Pohuwato.

Ia menyebut berdasarkan rilis BPS Pusat, Pohuwato masuk dalam 10 besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Daerah kita sangat menunjang untuk perpanjangan runway. Berdasarkan rilis BPS Pusat, dari sekitar 500 kabupaten/kota, Pohuwato masuk 10 besar pertumbuhan ekonomi. Kita mendapatkan urutan yang ke-6,” jelasnya.

Pemkab Pohuwato juga masih memiliki lahan milik pemerintah yang dinilai dapat mendukung rencana pengembangan bandara, baik untuk perpanjangan maupun pelebaran runway.

Pelebaran runway tersebut juga diharapkan dapat menunjang kebutuhan penerbangan pesawat kargo sehingga dapat mendukung aktivitas investasi dan perekonomian daerah.

Saipul optimistis pengembangan Bandara Panua pada akhirnya dapat terealisasi.

“Kami meyakini suatu saat penantian ini akan terwujud dengan melihat kemajuan daerah yang didukung oleh investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kapan terwujud, tentu tinggal persoalan waktu saja,” tutur Saipul.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam mewujudkan rencana tersebut.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Pengembangan Bandara Panua diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka konektivitas yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Pohuwato sebagai daerah yang terus tumbuh di sektor investasi dan ekonomi.

Example 300250