SEPUTARPOHUWATO.COM – Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Pohuwato kembali mencuat lagi ke permukaan.
Belum lama publik di daerah berjuluk ‘Bumi Panua’ ini dihebohkan dengan kasus serupa yang melibatkan oknum ASN di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pohuwato.
Kini, dugaan hubungan gelap atau ‘hugel’ tersebut kembali menjadi perbincangan setelah seorang ASN Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di Dinas Kesehatan tepatnya di UPTD Puskesmas Popayato Timur dilaporkan oleh suaminya sendiri ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pohuwato.
Laporan tersebut disampaikan oleh MR pada Rabu (10/06/2026). Dalam laporannya, MR menduga istrinya yang berinisial YY menjalin hubungan dengan pria lain.
Dengan membawa sejumlah bukti yang diklaim dimilikinya, MR mendatangi kantor BKPSDM Pohuwato untuk meminta agar dugaan pelanggaran yang dilakukan istrinya diproses sesuai aturan yang berlaku bagi ASN.
Kepada petugas, MR mengaku mulai menaruh curiga setelah menemukan sejumlah video dalam telepon genggam milik istrinya.
Menurutnya, beberapa video tersebut berisi rekaman pribadi yang diduga berkaitan dengan hubungan gelap sang istri dengan pria lain.
“Yang paling fatal itu video call buka-bukaan semua, dan kelihatan semua,” ujar MR.
Kecurigaan MR pun semakin menguat setelah istrinya mengambil cuti dan berpamitan pulang kampung ke Makassar.
Saat itu, dua anak mereka dititipkan kepadanya. Bahkan, MR mengaku mengantar langsung istrinya ke bandara tanpa sedikit pun menaruh prasangka.
Namun, setelah keberangkatan tersebut, komunikasi dengan istrinya mendadak terputus.
“Anak-anak dititip ke saya. Saya antar dengan senang hati karena saya pikir dia pulang kampung. Tapi setelah itu hilang kontak,” katanya.
Merasa ada yang tidak beres, MR kemudian berupaya mencari tahu keberadaan istrinya.
Dari sejumlah bukti yang diklaim berhasil dikumpulkan, MR menduga tujuan perjalanan istrinya ternyata bukan ke Makassar, melainkan ke Jakarta.
MR mengaku menemukan rekaman video yang menunjukkan istrinya berada di ibu kota dan menginap di sebuah hotel.
Dalam beberapa video itu, terdapat ucapan yang menurutnya ditujukan kepada seseorang yang diduga merupakan pria lain.
“Ada video bilang ‘sudah check in sayang’. Ada lagi saat sudah masuk hotel. Paginya juga ada video. Seperti memberi kabar kalau dia sudah sampai di Jakarta,” ungkapnya.
MR pun menduga video-video tersebut sengaja dibuat untuk dikirim kepada pria yang disebutnya sebagai selingkuhan istrinya.
Lebih mengejutkan lagi, kata MR, seluruh rekaman itu disebut ditemukan setelah istrinya kembali dari perjalanan karena diduga lupa menghapus file yang tersimpan di telepon genggam.
MR mengaku sangat terpukul dengan temuan tersebut.
“Siapa yang tidak sakit hati melihat istrinya pergi ke Jakarta dan bermalam dua malam di hotel bersama selingkuhan,” tuturnya.
Atas dasar itu, MR pun meminta BKPSDM Pohuwato menindaklanjuti laporannya dan memberikan sanksi apabila nantinya terbukti terjadi pelanggaran disiplin ASN.
Sementara itu, salah seorang staf BKPSDM Pohuwato Jefri, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima.
Menurutnya, laporan yang masuk akan diproses dan ditelaah sesuai mekanisme yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD Puskesmas Popayato Timur belum memberikan tanggapan resmi.
Kepala Puskesmas Popayato Timur, Ismail Rahama, yang dihubungi melalui sambungan telepon oleh kru media belum merespons. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp juga belum mendapatkan jawaban meski nomor yang bersangkutan dalam kondisi aktif.













