Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kabar Baik untuk Warga Pohuwato, Pemda Mulai Bor Sumur Air Tanah, Ini Targetnya

7
×

Kabar Baik untuk Warga Pohuwato, Pemda Mulai Bor Sumur Air Tanah, Ini Targetnya

Sebarkan artikel ini
Foto: Prokopim

SEPUTARPOHUWATO.COM – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato yang selama ini menghadapi persoalan keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama PERUMDAM Tirta Moolango mulai membangun sumur air tanah dalam di Dusun Batupasang, Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa.

Pengeboran perdana berlangsung di kompleks Jembatan Hulude Bunggu, Jumat (2/10/2026).

Pengeboran tersebut secara resmi ditandai dengan penekanan tombol oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga.

Turut mendampingi Direktur PERUMDAM Tirta Moolango Kaharudin Yusuf Rahim, Dewan Pengawas PERUMDAM Moolango Rinto W. Ali, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Pohuwato Vicky M. Lahamutu, serta jajaran terkait.

Bupati Saipul mengatakan pembangunan sumur air tanah dalam merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.

Targetnya, sumur tersebut mampu menghasilkan air hingga 10 liter per detik.

“Insyaallah, kalau tidak mengalami hambatan, sumur ini bisa memproduksi air 10 liter per detik sesuai penyampaian tim teknis Cipta Karya Dinas PU Kabupaten Pohuwato,” ujar Saipul.

Menurutnya, pembangunan sumur tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani persoalan kekurangan air yang kerap terjadi ketika musim kemarau.

Air, kata Saipul, merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.

“Mohon doa dan dukungan kita semua, termasuk masyarakat. Bila ini selesai sesuai target sekitar satu bulan lebih, maka kebutuhan air semakin tertangani, terutama di beberapa desa yang mengalami kekurangan air akibat tekanan air yang kurang,” jelasnya.

Lokasi pengeboran sumur tidak dipilih secara sembarangan.

Saipul menjelaskan, titik tersebut dinilai strategis karena memiliki potensi sumber air dan berada tidak jauh dari aliran sungai di sekitar Jembatan Hulude Bunggu.

Penentuan titik pengeboran juga mempertimbangkan hasil survei teknis yang telah dilakukan sebelumnya.

Selain kajian teknis, pemerintah daerah turut mempertimbangkan kearifan lokal berupa payango yang dilakukan oleh salah satu imam untuk membantu menentukan titik yang diyakini memiliki sumber air.

“Insyaallah pekerjaan ini bisa berjalan lancar sesuai target yang diharapkan dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

Terlebih, kondisi saat ini masih berada pada musim kemarau sehingga kebutuhan terhadap sumber air tambahan menjadi semakin penting.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Pohuwato, Vicky M. Lahamutu, mengatakan pengeboran perdana yang dilakukan Bupati Saipul menjadi penanda dimulainya pekerjaan pembangunan sumur oleh pihak penyedia.

Pekerjaan tersebut ditargetkan berlangsung selama sekitar satu setengah bulan.

“Rencananya pekerjaan ini dilaksanakan selama satu setengah bulan sampai dengan commissioning pada akhir November,” jelas Vicky.

Untuk pembiayaannya, pekerjaan tersebut menggunakan anggaran APBD Perubahan dengan pagu sekitar Rp350 juta hingga Rp400 juta.

Pengeboran dilakukan menggunakan sistem hidrolik dengan target kedalaman mencapai 80 meter.

Vicky menjelaskan, titik tersebut dipilih berdasarkan hasil survei geolistrik yang dilakukan sebelumnya untuk mengetahui potensi serta kapasitas air tanah.

“Jadi, mengapa dipilih titik ini? Karena berdasarkan hasil survei geolistrik yang telah dilaksanakan oleh tim dari UNG, titik ini dinilai memiliki potensi sumber air,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PERUMDAM Tirta Moolango Kaharudin Yusuf Rahim menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemda Pohuwato melalui APBD untuk pembangunan sumur tersebut.

Menurutnya, pembangunan sumur air tanah dalam menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Kaharudin mengatakan, hasil survei geolistrik sebelumnya menunjukkan lokasi tersebut memiliki potensi sumber air.

Keberadaan sumur baru itu diharapkan dapat menambah debit sekaligus meningkatkan tekanan air, khususnya di wilayah Marisa dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya sumur ini bisa menambah tekanan air yang ada di seputaran Pohuwato dan Marisa, khususnya. Nantinya akan terhubung dengan bak air yang tidak jauh dari lokasi ini,” ujarnya.

Ia berharap setelah pekerjaan selesai, tambahan debit air tersebut dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen sehingga nanti kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Pohuwato diharapkan dapat semakin tertangani, terutama bagi warga yang selama ini mengalami tekanan air rendah.

Example 300250