Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Ada Banyak Korban Meninggal, Ruslan Pakaya Sebut Dinkes Pohuwato Lamban Tangani Wabah Malaria dan Kusta

8
×

Ada Banyak Korban Meninggal, Ruslan Pakaya Sebut Dinkes Pohuwato Lamban Tangani Wabah Malaria dan Kusta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEPUTARPOHUWATO.COM – Ketua LSM Pohuwato Watch, Ruslan Pakaya, menyoroti penanganan wabah malaria dan penyakit kusta di Kabupaten Pohuwato yang dinilai lamban.

Pernyataan itu disampaikan Ruslan Pakaya, Kamis (21/05/2026), menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria yang terjadi di wilayah tersebut.

Menurutnya, Dinkes Pohuwato belum menunjukkan langkah serius dalam menangani meningkatnya kasus malaria dan kusta yang disebut telah memakan banyak korban jiwa.

“Apakah kejadian status darurat KLB malaria di Pohuwato ini tidak ditangani serius oleh Dinkes? Bahkan sudah banyak ternyata korban meninggal baik malaria dan penyakit kusta di Pohuwato,” ujar Ruslan.

Diapun mempertanyakan kesigapan dinas kesehatan dalam menghadapi persoalan kesehatan yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

“Apakah nanti korban bertambah banyak baru dinkes bergerak? Apakah nyawa manusia ini tidak begitu penting buat pemerintah di sini? Sehingga saya lihat di Pohuwato santai-santai saja,” katanya.

Ruslan juga mengaku mendapat informasi bahwa persoalan malaria di Pohuwato telah menjadi perhatian pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

“Bahkan info dari provinsi bahwa Dinkes Pohuwato itu kepala batu. Bahkan sudah rapat dengan Dinkes Provinsi sampai Menteri Kesehatan zoom dengan Pak Gubernur Gusnar Ismail,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyinggung pelayanan terhadap pasien malaria di rumah sakit. Menurutnya, pasien malaria disebut diarahkan ke rumah sakit lain lantaran penyakit tersebut tidak ditanggung BPJS saat berstatus wabah atau KLB.

“Parahnya Rumah Sakit Bumi Panua sekarang kalau yang malaria dorang jaga lempar ke Rumah Sakit MMC, karena kalau malaria itu tidak ditanggung BPJS selama penyakit itu adalah wabah dan sudah status KLB,” ujarnya.

Pria asal Paguat ini juga mendesak pemerintah daerah untuk segera mencari solusi pendanaan penanganan wabah, termasuk memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui BPBD atau mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat.

“Nah kalau tidak ada, Pemda harus melapor ke BNPB pusat supaya dikucurkan dana untuk wabah malaria yang ada di Pohuwato,” tegasnya.

Ruslan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah warga yang terpapar malaria di Pohuwato disebut mencapai 60 hingga 70 orang per hari dalam sebulan terakhir.

“Kalau ini sudah merebak wabahnya, kita belajar dari salah satu kota di Amerika Serikat yang semua penduduk di kota itu harus diisolasi untuk menekan meningkatnya wabah,” tambahnya.

Sementara itu, saat kru media mendatangi kantor Dinas Kesehatan Pohuwato untuk meminta konfirmasi, Kepala Dinas tidak berada di tempat.

Upaya kru menghubungi melalui sambungan telepon juga tidak berhasil karena nomor dalam kondisi tidak aktif, sedangkan pesan WhatsApp hanya centang satu.

Example 300250
Example 120x600