SEPUTARPOHUWATO.COM – Program percepatan tanam padi skala besar resmi dimulai di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Penanaman dilakukan secara serentak dengan target mencapai 10.000 hektar di lokasi cetak sawah rakyat Desa Motolohu Selatan, Kecamatan Randangan, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita itu dihadiri sekitar 150 orang, mulai dari unsur pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri hingga kelompok tani.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato Iskandar Datau, serta perwakilan Kementerian Pertanian RI dan Korem 133/Nani Wartabone.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, dalam laporannya menyebutkan bahwa target cetak sawah di wilayah tersebut mencapai sekitar 56.142 hektar.
Namun hingga saat ini, capaian baru berada di angka sekitar 879,2 hektar.
“Target penanaman minimal 80 persen pada akhir April 2026,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah tantangan masih dihadapi di lapangan, seperti sistem pengairan dan drainase yang belum optimal, serta persoalan status lahan.
Selain itu, sebagian lahan diketahui sudah tidak produktif selama kurang lebih 20 tahun.

Sementara itu, Sekda Pohuwato Iskandar Datau menyampaikan apresiasi kepada TNI atas peran aktif dalam percepatan cetak sawah rakyat.
Ia optimistis, dengan sinergi lintas sektor, Pohuwato mampu menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Gorontalo.
“Dukungan pemerintah daerah dan provinsi sangat penting dalam mendorong ketahanan pangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho Dharmono Putro, mengungkapkan bahwa produksi pangan nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, yang merupakan capaian tertinggi.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan stok pangan nasional sebesar 5 juta ton.
“Strateginya melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, termasuk optimalisasi alat mesin pertanian dan sistem irigasi,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pertanian berupa hand sprayer serta pemasangan rompi kepada operator brigade pangan.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung program cetak sawah rakyat.
Ia menyebut Kabupaten Pohuwato memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan daerah.
“Kunci keberhasilan ada pada sinergi antara pemerintah, penyuluh dan petani,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan Zoom Meeting nasional percepatan tanam padi yang diikuti oleh 17 provinsi di Indonesia.
Adapun jenis padi yang ditanam dalam kegiatan ini adalah varietas Makonga.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 13.50 Wita dalam keadaan aman, tertib dan lancar, serta mendapat respons positif dari masyarakat dan kelompok tani.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, meski masih menghadapi sejumlah kendala teknis yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait.




























