SEPUTARPOHUWATO.COM – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pohuwato akhirnya angkat bicara terkait penanganan banjir yang melanda Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.
Tagana secara tegas mengatakan bahwa mereka juga turut terlibat langsung dalam penanganan bencana tersebut, bukan hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pohuwato seperti yang kerap disebut dalam sejumlah laporan.
Sekretaris Tagana Kabupaten Pohuwato, Karmila Djauhari, mengaku pihaknya merasa heran karena peran Tagana di lapangan seolah tidak terlihat dalam laporan yang beredar.
“Hobi li kalak ba lapor kejadian cuma dorang, padahal dia tidak ada di lokasi cuma torang. Mentang-mentang ada pake dorang pe tangki ba kase bersih akan,” ujar Karmila, kepada seputarpohuwato.com, Ahad (08/03/2026).
Menurutnya, Tagana Pohuwato selama ini selalu siap dalam memberikan layanan sosial serta dukungan kemanusiaan saat terjadi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Bahkan, kata dia, personel Tagana telah dilatih untuk melakukan evakuasi korban, penanganan pengungsi, hingga menyiapkan layanan dapur umum bagi masyarakat terdampak bencana.
Bukan cuma itu, Karmila juga bilang bahwa Tagana tidak hanya hadir saat banjir di Desa Hulawa, tetapi juga aktif dalam berbagai penanganan bencana sebelumnya.
“Dari menyerahkan bantuan yang kena angin puting beliung di Desa Libuo, Kecamatan Paguat saja, Tagana Pohuwato hadir. Hari ini lanjut di Desa Hulawa yang kena banjir,” jelasnya.
Karmila, yang juga Ketua Banaat Pohuwato ini mengaku kecewa karena dalam sejumlah laporan, peran Tagana kerap tidak disebutkan.
“Bo dia anggap sunyi torang di lapangan ju. Tiap bekeng laporan dia selalu begitu itu,” tambahnya.
Sebelumnya diketahui, sebanyak 28 keluarga di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo terdampak banjir bandang yang terjadi sejak Sabtu sore (07/03/2026) kemarin.
Banjir tersebut dipicu oleh meluapnya Sungai Taluduyunu yang membawa material lumpur hingga merendam puluhan rumah warga serta satu fasilitas ibadah di desa tersebut.
Akibatnya, warga bersama petugas dari Tagana dan BPBD harus bekerja keras melakukan pembersihan agar kondisi desa kembali normal.
Upaya pembersihan pun difokuskan pada rumah warga serta rumah ibadah yang dipenuhi lumpur dan sampah akibat terbawa arus banjir.
Hingga Ahad pagi (08/03/2026) tadi, debit air yang sebelumnya mengepung desa dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan.
Warga pun mulai keluar dari rumah untuk memeriksa kerusakan yang ditinggalkan oleh air bah.
Sungai Taluduyunu yang sebelumnya meluap kini perlahan kembali ke jalurnya.
“Yang pasti torang masih fokus penanganan pembersihan total rumah ibadah dari material lumpur dan sampah yang terbawa arus. Deng ini torang kase bersih secara manual dengan alat seadanya. Bantuan mesin penyemprot air itu yang dari BPBD Pohuwato,” pungkas Karmila.




























