SEPUTARPOHUWATO.COM – Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang menegaskan bahwa Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII merupakan marwah Provinsi Gorontalo di tingkat nasional sehingga seluruh fasilitas pendukung harus dipastikan siap sebelum pelaksanaan kegiatan.
Penegasan tersebut disampaikan saat Danrem bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo meninjau langsung venue PENAS Petani Nelayan XVII di Kelurahan Kayu Bulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (17/06/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta infrastruktur pendukung yang akan digunakan dalam event nasional tersebut.
Dalam kunjungan itu, Danrem Hardo Sihotang mengecek sejumlah lokasi yang menjadi pusat kegiatan, termasuk area pameran, fasilitas pemondokan peserta, serta akses transportasi menuju venue.
Menurutnya, seluruh pihak harus bekerja maksimal agar tidak ada kendala saat ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan ke Gorontalo.
“PENAS Petani Nelayan XVII ini adalah marwah Provinsi Gorontalo di tingkat nasional. Kami dari unsur TNI bersama Forkopimda ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas, mulai dari pemondokan, lokasi pameran, hingga akses transportasi benar-benar siap dan aman untuk menyambut para tamu,” ujar Brigjen TNI Hardo Sihotang.
Jenderal bintang satu ini menambahkan, Korem 133/Nani Wartabone siap memberikan dukungan penuh guna menyukseskan pelaksanaan PENAS XVII, baik dari sisi pengamanan maupun dukungan lain yang diperlukan di lapangan.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri Penjabat Gubernur Gorontalo bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempersiapkan kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurut Forkopimda, kerja sama lintas sektor menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh kebutuhan peserta dapat terpenuhi dengan baik selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis seluruh pekerjaan yang masih berjalan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga seluruh fasilitas siap digunakan sebelum hari pembukaan.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengetahuan bagi petani serta nelayan dari seluruh Indonesia, PENAS XVII juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan sektor pariwisata di Gorontalo.
Dengan sisa waktu persiapan yang ada, seluruh pihak berkomitmen menuntaskan berbagai pekerjaan agar pelaksanaan PENAS XVII berjalan sukses dan memberikan kesan terbaik bagi para peserta yang datang ke Gorontalo.













