Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
DaerahEntertainment

Bupati Saipul Beri Pesan Natal di GPdI Mawar Saron Marisa: Moderasi Beragama Kunci Harmoni di Tengah Keberagaman

3
×

Bupati Saipul Beri Pesan Natal di GPdI Mawar Saron Marisa: Moderasi Beragama Kunci Harmoni di Tengah Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEPUTARPOHUWATO.COM – Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, mengajak umat Kristiani untuk terus menjaga komitmen bersama sebagai bangsa yang majemuk dengan memelihara sikap moderasi beragama.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Mawar Saron, Marisa, Jum’at (06/12/2024).

Dalam perayaan tersebut, turut hadir Gembala GPdI Mawar Saron Nonce Kansil, S.Th, Pembicara Khotbah Pdt. Yance Poluan, Ketua Wilayah 7 Marisa-Randangan-Taluditi Pdt. Wilson Hengkenusa, M.Th, serta Ketua Panitia Pembangunan Hendrik Katili.

Moment saat Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga bertemu sahabatnya Yolly Motto

Dikatakannya, moderasi beragama adalah sikap yang mengutamakan keseimbangan dalam menjalankan keyakinan, menghindari ekstremisme, serta membuka ruang dialog antarumat beragama.

“Moderasi beragama adalah kunci menjaga persatuan dalam keberagaman. Dalam konteks Natal, kita dapat meneladani kelahiran Yesus Kristus yang hadir dengan kerendahan hati di tengah kesederhanaan,” ujar Saipul.

Menurutnya, moderasi beragama juga mencakup prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap sesama, sejalan dengan pesan Natal yang mengajarkan perdamaian.

“Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika adalah rumah bagi berbagai agama, suku, dan budaya. Moderasi adalah fondasi menjaga keharmonisan ini,” tambahnya.

Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga saat menyampaikan pesan Natal di GPdI Mawar Saron Marisa, Jum’at (06/12/2024).

Namun, Saipul mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, seperti meningkatnya polarisasi sosial, hoaks, dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni. Untuk itu, ia mengajak masyarakat Pohuwato, yang dikenal religius dan majemuk, untuk bersama-sama menjaga kehidupan yang damai dan rukun.

Dijelaskannya, moderasi beragama juga terletak pula di pundak para generasi muda sebagai pemimpin masa depan.

“Oleh karena itu, pendidikan dan pembentukan karakter harus menjadi hal yang sangat penting untuk kemudian bagaimana menanamkan nilai-nilai moderasi sejak dini. Gereja, keluarga, dan komunitas memiliki tanggung jawab besar dalam hal ini,” jelasnya.

Example 300250
Example 120x600