SEPUTARPOHUWATO.COM – Polres Pohuwato, Polda Gorontalo, resmi mengawali pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026, Senin (26/10/2026).
Dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026 ini, penegakan hukum melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ditargetkan mencapai 60 persen.
Kesiapan pelaksanaan operasi ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Upacara Mapolres Pohuwato yang dipimpin langsung Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H.
Sebanyak 43 personel Polres Pohuwato dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi yang bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
Apel tersebut turut dihadiri Kasdim 1313/Pohuwato Mayor Inf. Muh. Ismaal, Kepala Dinas Perhubungan Muslimin Nento, Kasi PAPBB Kejaksaan Negeri Pohuwato Adit Wibowo, Wakapolres Pohuwato Nasrul, Kepala Kesbangpol Pohuwato Saharudin Saleh, para pejabat utama Polres Pohuwato, serta undangan lainnya.
Kehadiran unsur lintas instansi ini tentu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di Bumi Panua Pohuwato.
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Otanaha 2026, penegakan hukum direncanakan melalui tiga mekanisme, yakni tilang elektronik atau ETLE sebesar 60 persen, tilang non-ETLE sebesar 5 persen, serta teguran sebesar 35 persen.
Selain penindakan, operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang dilakukan secara humanis.
Sejumlah pelanggaran menjadi sasaran petugas, di antaranya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman, serta pengendara yang menggunakan telepon seluler saat berkendara.
Petugas juga menyasar pengendara yang menerobos lampu merah, melampaui batas kecepatan, melawan arus lalu lintas, hingga menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan.
Melalui langkah tersebut, kepolisian berupaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, baik melalui edukasi maupun penegakan hukum.
Kapolres Pohuwato AKBP Busroni menegaskan, Operasi Patuh Otanaha 2026 bukan semata-mata berorientasi pada penindakan terhadap pelanggar.
Menurutnya, operasi ini juga menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.
“Melalui Operasi Patuh Otanaha 2026, kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” demikian pesan Kapolres Pohuwato.
Perwira menengah Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi inipun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Dirinya berharap pelaksanaan operasi hingga 8 November 2026 ini dapat menekan angka pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan perlengkapan keselamatan sebelum melakukan perjalanan.
Operasi Patuh Otanaha 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”













