Scroll untuk baca artikel
Berita

Sudah Bersahabat Sejak 1974, Prabowo Kini Presiden dan Sjafrie Sjamsoeddin Menhan

17
×

Sudah Bersahabat Sejak 1974, Prabowo Kini Presiden dan Sjafrie Sjamsoeddin Menhan

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin, dua tokoh militer dan pejabat tinggi Indonesia. (Istimewa)

JAKARTA – Persahabatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah terjalin sejak keduanya menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada 1974.

Lebih dari lima dekade berlalu, keduanya kini mengemban tanggung jawab besar di pemerintahan Indonesia. Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, sementara Sjafrie dipercaya menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Kisah keduanya bermula dari kehidupan sebagai taruna di Lembah Tidar, Magelang. Di tempat itulah mereka menjalani pendidikan, latihan militer, serta kehidupan sehari-hari yang menjadi bagian dari perjalanan awal pengabdian mereka kepada negara.

Kedekatan yang terbangun sejak masa pendidikan itu terus menjadi bagian dari perjalanan panjang keduanya, meski setelah lulus mereka menjalani penugasan dan menghadapi dinamika karier masing-masing.

Dikutip dari tulisan Prabowo berjudul Berjuang Sama Saya Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, keduanya pernah tinggal bersama di Paviliun 5, kawasan Lembah Tidar, ketika menjalani pendidikan di Akmil.

Prabowo mengenang Sjafrie sebagai teman sejak masa taruna. Mereka mengikuti sejumlah pendidikan dan latihan militer bersama, mulai dari kursus kecabangan infanteri, latihan para, hingga latihan komando.

Sjafrie juga mencatat prestasi sebagai lulusan terbaik yang memperoleh penghargaan Adhi Makayasa pada 1974.

Keduanya kemudian melanjutkan karier di lingkungan Korps Baret Merah Kopassus. Saat berpangkat Letnan Dua, mereka pernah bertugas dalam kompi yang sama di bawah pimpinan Letnan Satu Mujain.

Namun, ketika memasuki penugasan berikutnya, keduanya mendapat tanggung jawab berbeda. Sjafrie menjadi Komandan Kompi 111, sedangkan Prabowo memimpin Kompi 112 di Grup 1 Para Komando.

Meski menjalani perjalanan karier masing-masing, hubungan persahabatan keduanya tetap menjadi bagian dari kisah panjang pengabdian mereka di dunia militer.

Perjalanan karier Prabowo dan Sjafrie kemudian berkembang dengan penugasan strategis masing-masing.

Sjafrie pernah menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2005 dan Wakil Menteri Pertahanan pada periode 2010–2014. Ia juga pernah menjadi Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan sebelum kembali dipercaya menduduki jabatan menteri.

Sementara itu, Prabowo melanjutkan karier militernya hingga kemudian terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.

Keduanya kembali bekerja dalam satu lingkup pemerintahan ketika Prabowo menunjuk Sjafrie sebagai Menteri Pertahanan. Sjafrie resmi dilantik pada 21 Oktober 2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Penunjukan itu membuat dua sahabat lama dari angkatan 1974 kembali berada dalam satu pemerintahan, dengan Prabowo sebagai Presiden dan Sjafrie sebagai pejabat yang memimpin urusan pertahanan negara.

Kedekatan keduanya juga terlihat dalam momen penganugerahan pangkat Jenderal TNI Kehormatan bintang empat kepada Sjafrie oleh Presiden Prabowo.

Penganugerahan tersebut berlangsung pada 10 Agustus 2025 dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Kementerian Pertahanan menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan jasa Sjafrie dalam bidang pertahanan dan kemiliteran.

Momen tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan panjang Sjafrie, yang telah mengabdi di lingkungan militer dan pemerintahan selama puluhan tahun.

Persahabatan Prabowo dan Sjafrie bermula dari kehidupan sebagai taruna di Lembah Tidar. Sejak saat itu, keduanya menjalani perjalanan panjang dengan penugasan, tanggung jawab, dan pengalaman yang berbeda.

Kini, lebih dari lima dekade setelah lulus dari Akmil pada 1974, keduanya berada di pucuk kepemimpinan pemerintahan dengan tugas masing-masing.

Prabowo memimpin negara sebagai Presiden RI, sedangkan Sjafrie mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan.

Kisah keduanya menjadi potret hubungan persahabatan yang berawal dari pendidikan militer dan terus berlanjut hingga perjalanan pengabdian mereka kepada Indonesia.

Example 300250