SEPUTARPOHUWATO.COM – Panitia pelaksana Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kecamatan Popayato memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut insentif pelatih Paskibra pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 belum dibayarkan.
Dalam keterangannya Ketua Panitia Paskibra Kecamatan Popayato, Rusman Songgi, menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Menurutnya, panitia telah menyalurkan dana operasional kegiatan, termasuk insentif pelatih dan peserta Paskibra, sebesar Rp47 juta.
“Panitia sudah membayarkan uang operasional, termasuk insentif pelatih dan peserta Paskibra, sebesar Rp47 juta dari total anggaran yang diestimasi mencapai Rp51,9 juta,” kata Rusman dalam keterangannya, Senin (24/08/2026).
Anggaran sebesar Rp51,9 juta tersebut, jelas Rusman, direncanakan untuk berbagai kebutuhan pelaksanaan Paskibra, mulai dari konsumsi peserta dan pelatih, pengadaan perlengkapan, pakaian latihan, kostum kegiatan, hingga uang saku peserta dan pelatih.
Rusman pun merinci semua kebutuhan yang telah direncanakan dalam anggaran tersebut antara lain konsumsi ringan bagi peserta dan pelatih selama masa latihan, konsumsi berat, pengadaan peci, jilbab, pin Garuda, sarung tangan, skraf, kostum kegiatan, pakaian latihan, uang saku peserta, serta uang saku pelatih.
Memang, Rusman mengaku, masih terdapat sisa dana sekitar Rp4,9 juta yang belum disalurkan. Namun, hal itu bukan karena dana tidak tersedia, melainkan karena panitia masih menunggu laporan penggunaan anggaran dan bukti pembelanjaan dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pelatihan Paskibra.
Menurut ASN Kantor Camat Popayato ini, dokumen tersebut sangat diperlukan sebagai dasar penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan yang nantinya akan disampaikan sebelum panitia resmi dibubarkan.
“Kami masih menunggu nota pembelanjaan dari penggunaan dana yang sebelumnya telah diterima. Nota tersebut menjadi referensi dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban panitia,” ujarnya.
Hingga saat ini, kata Rusman, pihak yang menerima dana kegiatan disebut telah meminta pencairan sisa anggaran, namun belum menyerahkan seluruh bukti pembelanjaan yang dibutuhkan panitia.
Selain itu, ungkap Rusman, pihak panitia juga menemukan adanya beberapa item dalam rencana anggaran yang ternyata tidak direalisasikan dalam bentuk pembelanjaan.
“Mereka meminta dana, tetapi belum dibarengi dengan nota belanja. Sementara dalam item yang direncanakan ada beberapa yang tidak dibelanjakan. Karena itu kami menunggu laporan dan bukti penggunaan anggaran terlebih dahulu,” jelasnya.
Rusman bilang, seluruh dana yang sebesar Rp47 juta yang telah diterima oleh seksi pelatihan sampai saat ini juga belum disertai laporan pertanggungjawaban secara lengkap kepada panitia.
Padahal, kata dia, dokumen tersebut sangat diperlukan karena panitia akan segera menggelar rapat pembubaran yang diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban kegiatan.
“Semua dana yang sudah diterima sebesar Rp47 juta itu belum ada laporan pertanggungjawabannya. Kami membutuhkan laporan tersebut karena akan melaksanakan rapat pembubaran panitia yang diawali dengan penyampaian LPJ,” pungkas Rusman.
Rusman pun berharap seluruh dokumen administrasi dan bukti penggunaan anggaran segera diserahkan agar proses pertanggungjawaban kegiatan Paskibra Kecamatan Popayato Tahun 2026 dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.













