SEPUTARPOHUWATO.COM – Kesuksesan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Namun di balik keberhasilan tersebut, salah seorang pelatih Paskibraka mengaku hingga kini belum menerima hak maupun biaya operasional yang dijanjikan panitia pelaksana tingkat kecamatan.
Pelatih yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan, para pelatih telah menjalankan tugas sejak tahap seleksi hingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026.
“Alhamdulillah anak-anak Paskibraka sukses menjalankan tugas, baik saat penaikan maupun penurunan bendera. Semua berjalan lancar sesuai harapan,” ujar narasumber tersebut kepada wartawan, Kamis (20/08/2026) malam.
Menurutnya, pelaksanaan upacara tingkat Kecamatan Popayato tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Paskibraka Popayato Serumpun.
Sebelumnya, kata dia, kegiatan yang sama dilaksanakan di Kecamatan Popayato Timur pada tahun 2025 berdasarkan kesepakatan bersama antara panitia dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Popayato Serumpun.
“Tahun pertama dilaksanakan di Popayato Timur, sedangkan tahun ini di Kecamatan Popayato. Prosesnya panjang, mulai dari seleksi, latihan hingga puncak upacara pada 17 Agustus,” katanya.
Tentunya, kata dia lagi, keberhasilan para anggota Paskibraka tidak terlepas dari peran para pelatih yang setiap hari mendampingi, membina, dan membimbing peserta selama masa persiapan.
Meski demikian, dia mengaku kecewa karena hingga beberapa hari setelah pelaksanaan upacara, kesejahteraan maupun operasional pelatih belum juga diselesaikan oleh panitia kecamatan.
“Mirisnya, sampai dengan saat ini kesejahteraan atau operasional pelatih belum diselesaikan oleh panitia kecamatan,” ungkapnya.
Diapun berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian sehingga hak para pelatih dapat diselesaikan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT RI Kecamatan Popayato, Rusman Songgi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon belum berhasil karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari panitia terkait keluhan para pelatih Paskibraka tersebut.













