Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Kadis Pertanian Pohuwato Bantah Terlibat Dugaan Permainan Solar Subsidi: Kalau Ada Saya Tarik Rekom BBM

11
×

Kadis Pertanian Pohuwato Bantah Terlibat Dugaan Permainan Solar Subsidi: Kalau Ada Saya Tarik Rekom BBM

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi
Example 468x60

SEPUTARPOHUWATO.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, membantah tudingan keterlibatannya dalam dugaan permainan BBM bersubsidi jenis solar yang menyeret nama oknum pemegang surat rekomendasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Kamri saat dikonfirmasi kru seputarpohuwato.com, terkait dugaan praktik penyelewengan solar subsidi untuk alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Itu kan dugaan. Makanya saya bilang kalau ada hal-hal begitu di lapangan, saya akan tarik dan saya matikan,” tegas Kamri.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Pohuwato, H. Ismail Hippy, Senin (01/06/2026), mengungkap dugaan adanya permainan solar subsidi melalui surat rekomendasi yang diterbitkan Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato.

Menurut Ismail, ada oknum berinisial MM dan AM yang diduga memegang sejumlah rekomendasi BBM subsidi dan menjual kembali solar dengan keuntungan besar.

Haji Cuu sapaan akrab Ismail Hippy ini menyebut bahwa untuk harga pengambilan BBM subsidi di SPBU Marisa sekitar Rp238 ribu per galon, dibayar Rp350 ribu, kemudian dijual kembali hingga Rp700 ribu per galon.

“Berarti hampir Rp350 ribu mereka punya untung di setiap galon,” ungkap Haji Cuu.

Bukan cuma itu, dirinya juga mempertanyakan alasan MM dan AM memegang banyak surat rekomendasi BBM subsidi.

“Nah, kenapa ngana pegang rekomendasi? Depe kapasitas tidak tau apa, pegawai pertanian tidak. Itu dia kan peluncurnya kadis,” katanya.

Menanggapi tudingan tersebut, Kamri pun menjelaskan bahwa MM sebenarnya hanya diberi kuasa oleh beberapa operator alsintan untuk mengantri solar subsidi di SPBU Marisa.

Menurutnya, para operator alsintan ini kerap tidak memiliki waktu untuk ikut mengantri sehingga memberikan kuasa kepada MM.

“Nah, si MM ini perannya orang yang dikuasakan oleh operator untuk mengantri BBM bersubsidi jenis solar di Pertamina,” jelas Kamri.

Namun, Kadis Kamri menduga kemungkinan adanya penyalahgunaan oleh MM ini di lapangan, namun dia tegas bilang bahwa dirinya tidak mengetahui praktik-praktik tersebut sebelumnya.

“Bisa jadi dia kalau dapat tiga galon, mungkin dua galon dia kasih ke operator dan satu dia ambil. Cuma karena ini ada laporan maka saya akan tarik itu, saya matikan,” ujarnya.

Kamri juga mengungkapkan bahwa pihaknya kini sedang mengurus perubahan mekanisme distribusi BBM subsidi di Pertamina Marisa, agar supaya tidak lagi dimanfaatkan seperti saat ini.

Mantan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Setda Pohuwato ini menyebut nantinya distribusi solar subsidi akan dipusatkan melalui brigade pangan yang telah dibentuk sebelumnya.

“Jadi semua akan didrop ke situ, ngambilnya nanti di situ supaya menghindari rekomendasi BBM yang selalu mereka manfaatkan,” katanya.

Meski demikian, Kamri secara tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menunjuk langsung MM maupun menerima keuntungan dari aktivitas penjualan solar subsidi tersebut.

“Hanya saja yang saya tidak terima bahwa yang bersangkutan (MM) itu saya yang tunjuk, kalau setiap dia melakukan transaksi tentu dia kasih bagian ke saya. Coba tanyakan pernah tidak saya minta-minta uang sama dia,” tegas Kamri.

Pihaknya mengaku justru baru mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan tersebut setelah menerima laporan ini.

“Sepanjang tidak ada laporan saya tidak bisa menuduh. Nah dengan adanya laporan ini saya juga terbantu, maka saya akan tarik itu, saya matikan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600