Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Dinkes Pohuwato Klarifikasi Dugaan Pungutan Sapi Kurban: Itu Inisiatif Bersama dan Sukarela

17
×

Dinkes Pohuwato Klarifikasi Dugaan Pungutan Sapi Kurban: Itu Inisiatif Bersama dan Sukarela

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEPUTARPOHUWATO.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato memberikan klarifikasi terkait dugaan pungutan liar, kontribusi, partisipasi dan permintaan sejumlah uang kepada sejumlah ASN terkait iuran sapi kurban yang ramai diperbincangkan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Pejabat Fungsional Administrator Kesehatan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pohuwato, Milawaty Hiola, secara tegas mengatakan bahwa terkait pengumpulan dana tersebut merupakan hasil inisiatif bersama para pegawai untuk membeli satu ekor sapi kurban.

Kepada kru seputarpohuwato.com, Selasa (26/05/2026) malam, Milawaty dalam keterangannya menjelaskan, bahwa itu berawal dari adanya permintaan kurban yang disampaikan melalui grup WhatsApp Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk masjid besar di daerah tersebut.

Menurut Mila, Dinas Kesehatan saat itu belum tercatat sebagai OPD yang akan berkurban, sehingga muncul inisiatif bersama di internal Dinas Kesehatan untuk kemudian ikut berpartisipasi.

“Karena berhubung momentum Hari Raya Idul Adha, sehingga masuk di grup WA OPD itu permintaan kurban ke masjid besar. Nah pihak Dinkes belum ada, sehingga kami berinisiatif bersama bagaimana membeli satu ekor sapi kurban,” ujarnya.

Mila pun bilang, bahwa pengumpulan dana tersebut tidak bersifat memaksa dan hanya diperuntukkan bagi para pegawai yang bersedia saja sesuai keikhlasan.

“Nah, kategori kumpul uang ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang ikhlas saja,” katanya.

Milawaty pun menyebut, untuk jumlah pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Pohuwato itu mencapai lebih dari 90 orang.

Karena itu, menurut Mila, dibuatlah semacam rincian kontribusi sesuai jabatan yang ada, agar kemudian target pembelian sapi kurban tahun ini bisa dapat terpenuhi.

Awalnya, kata dia, rincian iuran ditetapkan mulai dari Kepala Dinas Rp500 ribu, sekretaris Rp400 ribu, kepala bidang Rp300 ribu, pejabat fungsional Rp200 ribu dan staf Rp100 ribu.

Namun setelah dihitung-hitung, urai Mila, nominal tersebut belum mencukupi karena harga sapi kurban yang mencapai sekitar Rp11 juta.

“Karena belum mencapai angka Rp11 juta, maka untuk kadis dinaikkan menjadi Rp600 ribu, sekretaris Rp500 ribu dan pejabat struktural lainnya juga lebih besar untuk menutupi kalau ada staf yang tidak ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Nah, dari hasil perhitungan ulang, urainya lagi, total dana yang terkumpul itu mencapai Rp11,3 juta. Dana itu pun kemudian digunakan untuk pembelian sapi kurban sebesar Rp11 juta dan biaya pemotongan sapinya Rp300 ribu.

Mila juga menjelaskan alasan informasi pengumpulan dana yang kemudian disampaikan melalui grup WhatsApp di masing-masing bidang.

“Contoh macam di bidang pa saya itu, saya sendiri yang kirim. Untuk bidang lain seperti kesmas dan sekretariat, itu yang kirim ibu sekretaris ke grup masing-masing,” ujarnya.

Itu, kata Mila, untuk mengantisipasi apabila ada pegawai yang tidak mampu berpartisipasi, maka kekurangannya akan cepat diketahui dan akan ditutupi oleh pimpinan maupun pejabat struktural lainnya.

“Kalau ada yang kurang mampu atau tidak berpartisipasi, maka itu bisa ditanggulangi oleh pak kadis dan ibu sek atau pejabat lainnya yang akan menutupi, begitu pak,” tuturnya.

Menurut Milawaty, bahwa pengumpulan dana kurban sebelumnya pernah dilakukan melalui Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Namun untuk tahun ini mekanisme tersebut tidak dilakukan karena adanya pergantian pejabat pengelola TPP.

“Kalau tahun kemarin memang lewat TPP dan itu langsung, cuma tahun ini tidak sempat karena ada pergantian Kasubag Kepegawaian,” jelasnya.

Mila pun menyayangkan adanya laporan dugaan pungli yang mencuat ke media. Menurut dia, bahwa pengumpulan atau permintaan dana kurban tersebut murni dilakukan pihaknya agar Dinas Kesehatan Pohuwato tetap bisa ikut berpartisipasi berkurban pada momentum Idul Adha tahun ini.

“Yang pasti, terkait kumpul mengumpul ini semua itu karena ide dan inisiatif kami semua. Agak aneh juga kalau tahun ini Dinas Kesehatan tidak berkurban,” ucapnya sambil terisak menceritakan kronologi sebenarnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan pungutan berupa kontribusi atau permintaan sejumlah uang kepada ASN mencuat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Informasi itupun diketahui dari screenshot pesan WhatsApp yang beredar di grup internal masing-masing bidang di Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.

Example 300250
Example 120x600