SEPUTARPOHUWATO.COM – Suasana sore di Dusun Hele, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kamis (16/04/2026), mendadak berubah tegang setelah seorang bocah dilaporkan jatuh di jalan saat sebuah mobil melintas.
Kabar yang sempat beredar menyebutkan anak tersebut tertabrak hingga terpental. Namun fakta di lapangan justru berbeda.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.35 Wita. Saat itu, sebuah mobil milik subkontraktor perusahaan melaju dengan kecepatan rendah di kawasan permukiman warga.
Nah, di waktu yang sama, beberapa anak terlihat bermain di sekitar jalan, bahkan ada yang tiba-tiba menyeberang.
Pengemudi mobil, Zulkifli, langsung mengerem saat melihat anak-anak tersebut. Namun karena kaget, salah satu bocah bernama Fajar Saputro Moha, siswa kelas 4 SD ini terjatuh.
Melihat kejadian itu, Zulkifli segera turun dari mobil untuk memberikan pertolongan. Namun situasi yang belum sepenuhnya jelas malah memicu kesalahpahaman di antara warga.
Alih-alih mendapat apresiasi, Zulkifli justru sempat menjadi korban pemukulan oleh pihak yang mengira telah terjadi tabrakan.
Fajar kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Buntulia untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, kondisinya tidak mengalami luka serius.
Sesampainya di puskesmas, Fajar dalam keadaan sadar, bahkan sudah bisa tertawa dan berjalan seperti biasa.
Pihak keluarga pun menyesalkan beredarnya informasi yang tidak benar tanpa konfirmasi, terutama narasi yang menyebut korban terpental akibat tertabrak mobil.
Fakta lain yang terungkap, antara pengemudi dan bocah tersebut ternyata masih memiliki hubungan keluarga. Dan ini yang menjadi titik awal meredanya situasi.
Permasalahan itupun akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak. Suasana yang sempat memanas pun kembali kondusif.
Dalam video yang beredar, Fajar tampak sudah ceria dan beraktivitas normal, pertanda bahwa kondisi kesehatannya baik-baik saja.
Sementara itu, pihak perusahaan menyatakan tetap akan melakukan investigasi internal untuk mendalami kejadian tersebut dan mengambil langkah yang diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab.
Peristiwa ini tentu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, sehingga kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.



























