Scroll untuk baca artikel
Daerah

Ribuan Jamaah Padati Pohuwato Berselawat, UAS Beri Pesan Menyentuh soal Persatuan

7
×

Ribuan Jamaah Padati Pohuwato Berselawat, UAS Beri Pesan Menyentuh soal Persatuan

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

SEPUTARPOHUWATO.COM – Ribuan masyarakat memadati pelataran Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Jumat malam (16/10/2026), untuk menghadiri Tablig Akbar Pohuwato Berselawat bersama ulama nasional Ustaz Abdul Somad (UAS).

Kehadiran dai kondang tersebut disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten Pohuwato yang telah lama menantikan kesempatan untuk mendengarkan tausiah UAS secara langsung.

Mengusung tema “Meneguhkan Iman, Mempererat Ukhuwah, dan Membangun Generasi Islami”, kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Tablig Akbar tersebut turut dihadiri Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati Iwan S. Adam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Ketua TP-PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Hadir pula Ketua Bidang Pengembangan Risnawati Adam Ali, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pohuwato Ny. Suriyati Iskandar Datau, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Pohuwato, para pemangku adat, organisasi perempuan, tokoh masyarakat Ko Jolly Motto, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ustaz Abdul Somad atas kesediaannya hadir di Kabupaten Pohuwato.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Saipul menyampaikan selamat datang kepada Al-Mukarram Ustaz Prof. Syaikh H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., beserta rombongan di Bumi Panua.

Menurut Saipul, kehadiran UAS merupakan kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Pohuwato.

Terlebih, pada malam yang penuh berkah tersebut, UAS berkenan hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan tausiah dalam kegiatan Pohuwato Berselawat yang berlangsung di pelataran Masjid Agung Baiturrahim.

Saipul menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, terutama di tengah berbagai tantangan zaman yang membutuhkan penguatan nilai-nilai keagamaan dan persaudaraan.

Ia mengatakan, masyarakat membutuhkan keimanan yang semakin kokoh, persaudaraan yang semakin kuat, serta generasi muda yang tumbuh dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.

“Melalui tema ini, kita diingatkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental dan spiritual,” ungkap Saipul.

Menurutnya, generasi yang kuat adalah generasi yang memiliki iman, berakhlak mulia, mampu menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi positif bagi daerah, bangsa, dan negara.

Bupati Saipul juga mengungkapkan bahwa kehadiran UAS di Kabupaten Pohuwato merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya umat Islam di daerah tersebut.

Kerinduan itu akhirnya terwujud melalui kegiatan yang diselenggarakan Majelis Taklim Nisaul Jannah Pohuwato di bawah kepemimpinan Ketua Panitia Meiske Amirullah bersama seluruh pengurus.

Melalui kegiatan Pohuwato Berselawat, Saipul berharap Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, kedamaian, dan keselamatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato.

Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mendorong masyarakat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Usai sambutan Bupati, acara dilanjutkan dengan tausiah Tablig Akbar oleh UAS yang disambut antusias oleh ribuan jamaah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri.

Momen Pohuwato Berselawat juga diwarnai pemberian bonus umrah oleh tokoh masyarakat Marisa, Ko Jolly Motto, kepada salah seorang marbot Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato.

Bonus umrah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan dan pengabdian marbot dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya melayani kebutuhan masjid.

Marbot tersebut dinilai memiliki dedikasi tinggi, termasuk kebiasaannya datang lebih awal untuk melaksanakan berbagai tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Pemberian bonus umrah ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para pengurus dan petugas masjid lainnya agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian dalam menjaga rumah ibadah merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat dan beragama.

Sementara itu, dalam tausiahnya, UAS mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan masyarakat setempat.

Perjalanan panjang yang ditempuhnya dari Sumatera, Jakarta, hingga Pulau Sulawesi dan Provinsi Gorontalo, kemudian dilanjutkan menuju Pohuwato di wilayah barat Gorontalo, terasa terbayarkan oleh antusiasme masyarakat yang menyambut kedatangannya.

UAS mengaku tidak menyangka akan mendapatkan sambutan sebesar itu. Keramahan masyarakat dan suasana kebersamaan selama berada di Pohuwato membuat rasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh seolah terobati.

Dalam kesempatan tersebut, UAS juga menyoroti keberagaman masyarakat Pohuwato yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya.

Menurutnya, perbedaan bahasa daerah maupun warna kulit bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang dapat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa persatuan sebagai sesama anak bangsa.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Pohuwato Berselawat yang tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga keharmonisan di tengah keberagaman, serta memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya membawa pulang kesan dari tausiah UAS, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keislaman, menjaga persaudaraan, dan terus merawat kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.

Example 300250