SEPUTARPOHUWATO.COM – Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Marisa.
Sidak ini dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan, ketersediaan barang, serta stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat selama bulan Ramadan.
Tak sendiri, Wabup Iwan didampingi Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Asisten Administrasi Umum Ahmad Djuuna, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Ibrahim Kiraman, Kepala Dinas Perikanan Refli Basir, Kabag Ekonomi dan SDA Dely Pakaya, serta Sekretaris Dinas Pangan Hervin Samoe.
Dalam peninjauan yang dilakukan belum lama ini, rombongan memantau langsung harga sejumlah kebutuhan pokok yang menjadi perhatian masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga cabai rawit tercatat Rp50 ribu per kilogram. Sementara tomat berada di angka Rp10 ribu per kilogram.
Untuk bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp50 ribu per kilogram. Ayam ras menyentuh Rp85 ribu per ekor, sedangkan daging sapi mencapai Rp160 ribu per kilogram.

Lonjakan kebutuhan selama Ramadan disebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi harga di pasaran.
Wakil Bupati Iwan S. Adam menegaskan, sidak ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia.
“Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa harga kebutuhan sehari-hari masyarakat tetap terjangkau, khususnya di bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya konsumsi,” ujar Iwan.
Orang nomor dua di Pohuwato ini mengakui, meningkatnya kebutuhan konsumen yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok bisa memicu kenaikan harga.
“Semakin tinggi permintaan sementara stok terbatas, tentu harga akan melonjak. Karena itu kami mengajak seluruh pihak, baik distributor maupun pedagang, untuk bersama-sama menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama puasa hingga menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegasnya.
Wabup juga memastikan, pemantauan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan berkala serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan barang.
Nantinya, kata Wabup, hasil sidak pasar ini akan dilaporkan kepada Bupati Pohuwato, mengingat dirinya mendapat perintah khusus untuk memantau kondisi pasar, terutama di Pasar Tradisional Marisa.
Tentu dengan langkah pemerintah daerah ini, diharapkan masyarakat Pohuwato dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga kebutuhan pokok.




























