SEPUTARPOHUWATO.COM – Capaian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan peningkatan.
Hingga Agustus 2026, Gorontalo berhasil menempati peringkat kelima nasional dari 38 provinsi dalam cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Di tengah capaian tersebut, Kabupaten Pohuwato turut menorehkan prestasi dengan meraih Terbaik II kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Jamsostek Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Jamsostek Award 2026 yang digelar BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu (5/9/2026) malam.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail hadir dan menyerahkan langsung penghargaan kepada para penerima.
Jamsostek Award menjadi bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, pemerintah desa, serta dunia usaha yang dinilai berkomitmen dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
Dalam arahannya, Gusnar menegaskan penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni.
Menurutnya, penghargaan harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Penghargaan ini merupakan motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja dan lebih meningkatkan lagi apa yang sudah kita lakukan selama ini.”
Gusnar juga meminta dunia usaha tidak menunda maupun mengurangi pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia menilai pekerja merupakan bagian penting dari keberlangsungan perusahaan sekaligus bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perlindungan negara.
“Jangan tunda dan jangan kurang pembayarannya. Para pekerja ini adalah keluarga kita sendiri, masyarakat kita, dan yang paling prinsip mereka merupakan warga negara Republik Indonesia, di mana negara harus hadir dalam kehidupan mereka.”
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan hingga Agustus 2026, dari target cakupan sebanyak 373.489 pekerja, sebanyak 287.380 tenaga kerja telah terdaftar.
Capaian tersebut tercatat sebesar 52,07 persen.
Posisi Gorontalo juga terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2024, Gorontalo berada di peringkat kesembilan nasional. Kemudian naik ke peringkat ketujuh pada 2025 dan menembus peringkat kelima nasional pada 2026.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo serta seluruh pemerintah kabupaten/kota.
Menurut Suci, Jamsostek Award bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pemerintah daerah dan pemberi kerja agar semakin serius memberikan perlindungan kepada pekerja.
“Jamsostek Award menjadi apresiasi atas komitmen, inovasi dan kontribusi pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”
Suci menyebut posisi Gorontalo di peringkat kelima nasional sebagai capaian yang positif.
Ia berharap Gorontalo dapat terus meningkatkan cakupan kepesertaan sehingga semakin dekat dengan target tiga besar nasional.
“Terbukti bahwa tahun ini Gorontalo itu peringkat 5 nasional. Ini luar biasa, sedikit lagi kita bisa masuk ke 3 besar nasional.”
Dalam kategori Pemerintah Kabupaten/Kota pada Jamsostek Award 2026, Kabupaten Bone Bolango meraih Terbaik I.
Kabupaten Pohuwato menempati Terbaik II, sementara Kota Gorontalo berada di posisi Terbaik III.

Capaian tersebut menunjukkan kontribusi pemerintah daerah dalam mendorong perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.
Selain kategori pemerintah kabupaten/kota, penghargaan juga diberikan kepada pemerintah desa serta dunia usaha.
Untuk kategori Pemerintah Desa, Desa Trikora Kabupaten Pohuwato bahkan meraih Terbaik I.
Posisi berikutnya ditempati Desa Huangobotu Kabupaten Bone Bolango sebagai Terbaik II dan Desa Teratai Kabupaten Gorontalo sebagai Terbaik III.
Meski cakupan kepesertaan terus meningkat, masih terdapat tantangan dalam memperluas perlindungan pekerja di Gorontalo.
Sekitar 67 persen tenaga kerja Gorontalo berada di sektor informal.
Kelompok tersebut mencakup petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, pekerja mandiri hingga pekerja rentan.
Karena itu, perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menyasar pekerja perusahaan, tetapi juga mereka yang bekerja di sektor informal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Sanco Simanullang mengatakan penghargaan Jamsostek Award juga diberikan kepada pemerintah desa dan dunia usaha.
“Penghargaan ini tidak hanya mendorong pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan pemerintahan desa untuk bersama-sama mewujudkan perlindungan pekerja yang lebih luas,” ujar Sanco.
Sanco mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengejar target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Gorontalo.

Ia juga mendorong kabupaten/kota yang belum maksimal agar memperkuat regulasi serta dukungan anggaran untuk perlindungan pekerja.
Salah satu daerah yang dinilai telah memberikan dukungan melalui anggaran adalah Kabupaten Bone Bolango yang mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan kepada hampir 20 ribu pekerja.
Sementara itu, sepanjang 2025 BPJS Ketenagakerjaan mencatat telah membayarkan 10.699 klaim di Gorontalo.
Total manfaat yang dibayarkan mencapai sekitar Rp166,7 miliar.
Selain itu, sebanyak 774 anak ahli waris pekerja memperoleh beasiswa pendidikan dengan total manfaat sekitar Rp2,84 miliar.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran manfaat kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja dan keluarganya.
Jamsostek Award 2026 pun menjadi momentum bagi Gorontalo untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian perlindungan pekerja.
Bagi Pohuwato, penghargaan sebagai Terbaik II tingkat kabupaten/kota serta capaian Desa Trikora sebagai Terbaik I kategori pemerintah desa menjadi bagian dari upaya memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah.













