Scroll untuk baca artikel
Daerah

Awalnya Cuma 1, Bupati Saipul Pulang Bawa 10 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Pohuwato

1
×

Awalnya Cuma 1, Bupati Saipul Pulang Bawa 10 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Foto: Kris

SEPUTARPOHUWATO.COM – Ada cerita panjang di balik hadirnya 10 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pohuwato.

Jumlah tersebut bukan sesuatu yang sejak awal sudah berada dalam genggaman Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

Semula, harapan pemerintah daerah bahkan hanya mendapatkan satu alokasi KNMP dari pemerintah pusat.

Namun, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga tidak berhenti pada harapan itu.

Komunikasi dengan pemerintah pusat terus dia lakukan. Lobi ke kementerian juga ditempuh.

Hasilnya, harapan yang awalnya hanya satu justru berkembang menjadi tiga, kemudian bertambah hingga akhirnya Pohuwato mendapatkan 10 alokasi KNMP.

Kisah perjuangan Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pohuwato, Refli Basir, S.E., saat ditemui seputarpohuwato.com, di ruang kerjanya, Senin (5/10/2026).

“Alhamdulillah, gerak cepat dan komunikasi Pak Bupati ke kementerian membuahkan hasil,” ujar Refli.

Menurutnya, sejak awal Bupati Saipul memang aktif memperjuangkan di Kementerian agar kemudian program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menyentuh sedikit wilayah desa di Pohuwato.

Pak Bupati, kata Refli, bahkan beberapa kali melakukan komunikasi dan mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan hanya untuk menyampaikan kepentingan masyarakat pesisir Pohuwato.

Refli pun masih mengingat salah satu momen ketika Bupati Saipul menghubunginya melalui video call.

Saat itu, Pak Bupati ingin memberitahukan langsung bahwa dirinya sedang bersama pejabat Sekretariat Jenderal di kementerian.

“Saking senangnya Pak Bupati sempat menghubungi saya dan video call, hanya ingin memberitahukan bahwa beliau bersama orang Sekjen di Kementerian Perikanan,” tutur Refli.

Dalam prosesnya, peluang tersebut justru semakin terbuka.

Saat itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan datang ke Gorontalo untuk meresmikan sekaligus meninjau KNMP di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada 9 Mei 2026 lalu.

Kedatangan Presiden ke Gorontalo itupun menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah.

Tak disangka, Menteri Kelautan dan Perikanan Pak Sakti Wahyu Trenggono ternyata datang lebih awal ke Gorontalo.

Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan oleh jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Pohuwato untuk kembali menyampaikan aspirasi terkait pembangunan kawasan nelayan di daerah.

Komunikasi pun dilakukan.

Lobi dilakukan.

Dengan harapan agar kemudian jumlah KNMP untuk Kabupaten Pohuwato ditambah

Hasilnya pun cukup mengejutkan.

“Padahal awalnya Pak Bupati itu hanya berharap minimal dapat satu KNMP di Pohuwato. Kemudian dapatnya tiga. Tapi Alhamdulillah, di lobi lagi dan akhirnya menjadi 10,” kata Refli.

Bagi Refli, tambahan tujuh KNMP tersebut menjadi bukti nyata dari perjuangan Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga selaku kepala daerah.

Apalagi, Pemerintah Kabupaten Pohuwato sempat mengusulkan penambahan lebih besar lagi.

Dari tujuh KNMP yang diperoleh, pemerintah daerah kembali mengusulkan tambahan delapan sehingga secara keseluruhan bisa mencapai 15 KNMP.

Namun, dalam prosesnya, alokasi yang berhasil diamankan dan dipenuhi pemerintah pusat menjadi 10 KNMP.

“Dan ini fakta riil atas perjuangan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga. Kemarin permintaan Pak Bupati hanya satu KNMP, tapi akhirnya dapat 10,” ungkapnya lagi.

Bagi pemerintah daerah, 10 KNMP bukan sekadar angka tambahan dalam daftar program pembangunan.

Di baliknya ada harapan bagi masyarakat pesisir Kabupaten Pohuwato.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat kawasan permukiman nelayan, mendukung aktivitas ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Refli, birokrat yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), melihat program tersebut sebagai peluang penting bagi masyarakat pesisir.

Apalagi, katanya, Pohuwato memiliki wilayah pesisir yang panjang dan masyarakat yang banyak menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.

Karena itu, perjuangan mendapatkan alokasi program dari pemerintah pusat dinilai sangat berarti.

Kini, perjuangan di tingkat pusat tersebut mulai memasuki tahap nyata di lapangan.

Program KNMP pada 10 desa pesisir Pohuwato saat ini tengah dalam proses pekerjaan.

Total nilai kontrak pembangunan tersebut mencapai sekitar Rp45,2 miliar.

Angka itu menjadi gambaran besarnya investasi pembangunan kawasan pesisir yang berhasil dibawa ke Pohuwato.

Bagi Bupati Saipul, perjuangan mendapatkan program dari pusat tentu belum berhenti setelah alokasi ditetapkan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, keberhasilan sebuah lobi kepala daerah bukan hanya tentang berapa banyak program yang berhasil dibawa pulang dari pusat.

Tetapi tentang bagaimana program tersebut dapat mengubah kehidupan masyarakat di daerah.

Dan di Pohuwato, cerita itu kini tengah dimulai.

Dari harapan satu KNMP, perjuangan Bupati Saipul akhirnya membawa pulang 10 Kampung Nelayan Merah Putih untuk masyarakat pesisir Bumi Panua.

Example 300250