Scroll untuk baca artikel
Daerah

Jembatan Gantung Putus, 150 KK di Dusun Sandalan Kesulitan Akses, Bupati Saipul Cari Solusi

10
×

Jembatan Gantung Putus, 150 KK di Dusun Sandalan Kesulitan Akses, Bupati Saipul Cari Solusi

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

SEPUTARPOHUWATO.COM – Putusnya jembatan gantung membuat sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Sandalan, Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengalami kesulitan akses transportasi.

Warga yang sebelumnya mengandalkan jembatan gantung untuk menuju pusat desa maupun pusat Kecamatan Taluditi kini terpaksa menggunakan ojek rakit untuk menyeberangi sungai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Ia kembali mengusulkan pembangunan ruas jalan Ayula, Kecamatan Randangan, menuju Dusun Sandalan, Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi, kepada pemerintah pusat melalui program pembangunan infrastruktur jalan daerah.

Usulan itu disampaikan Saipul saat melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui pertemuan bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Gorontalo, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Jimmy Dunda, ST., M.E., Selasa (13/10/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Jimmy Dunda tersebut, Saipul didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pohuwato, Risdiyanto Mokodompit.

Ruas jalan Ayula–Sandalan menjadi salah satu usulan yang kembali diperjuangkan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan dengan keterbatasan akses transportasi.

Saipul menjelaskan, Dusun Sandalan merupakan salah satu kawasan permukiman terpencil di Kabupaten Pohuwato yang dihuni sekitar 150 KK.

Warga di dusun tersebut merupakan masyarakat transmigrasi yang berasal dari perpaduan penduduk luar daerah dan masyarakat lokal Gorontalo.

Selama ini, keterbatasan akses jalan menjadi kendala bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika mengangkut hasil panen yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Situasi semakin sulit setelah jembatan gantung yang sebelumnya menjadi akses utama menuju pusat Desa Panca Karsa I dan Kecamatan Taluditi mengalami putus.

Akibatnya, masyarakat harus menggunakan ojek rakit untuk menyeberangi sungai ketika hendak keluar masuk dusun.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga menghambat distribusi hasil pertanian ke wilayah lain.

Terlebih ketika musim hujan tiba, penyeberangan sungai menjadi semakin berisiko karena arus air yang deras dan bentangan sungai yang cukup luas.

“Kami berharap usulan ini bisa menjadi perhatian ke depan. Kami memahami dan merasakan apa yang dialami masyarakat di Dusun Sandalan,” ungkap Saipul.

“Apalagi saat musim hujan, kondisi sungai yang harus diseberangi menjadi semakin berbahaya karena arusnya deras dan bentangannya cukup luas. Keselamatan warga tentu menjadi hal yang utama,” tegasnya.

Bupati Saipul mengungkapkan, pembangunan ruas jalan Ayula–Sandalan sebenarnya pernah dianggarkan sebelumnya.

Namun, rencana pembangunan tersebut tidak dapat dilanjutkan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato kembali mengusulkan pembangunan jalan tersebut agar mendapat perhatian pemerintah pusat dan dapat direalisasikan pada kesempatan berikutnya.

“Iya, usulan ini sebelumnya sudah pernah dianggarkan. Namun, karena adanya efisiensi anggaran, kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan.

“Karena itu, kami kembali mengusulkannya agar bisa mendapat perhatian dan direalisasikan ke depan,” ungkapnya.

Menurut Saipul, keberadaan jalan yang memadai sangat penting untuk membuka akses masyarakat di wilayah terpencil.

Selain mempermudah warga menjangkau pusat desa dan kecamatan, pembangunan jalan diharapkan memperlancar pengangkutan hasil pertanian sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Dalam pertemuan dengan pihak BPJN tersebut, Saipul turut mengusulkan pembangunan Jembatan Molamahu dan Jembatan Soginti di Kecamatan Paguat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun 2027.

Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Jembatan Molamahu melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Sementara itu, penyusunan DED Jembatan Soginti telah dianggarkan sebelumnya. Nilai kegiatan pembangunan jembatan yang diusulkan mencapai sekitar Rp6 miliar.

Selain usulan untuk tahun 2027, Saipul juga menyampaikan apresiasi kepada BPJN atas dukungan alokasi anggaran IJD Tahun 2026 untuk dua ruas jalan di Kabupaten Pohuwato.

Ruas jalan di wilayah Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo mendapat alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar, sedangkan ruas jalan Milangodaa–Kelapa Lima di Kecamatan Popayato Timur mendapat alokasi sekitar Rp13 miliar.

Kedua proyek tersebut saat ini tengah memasuki proses tender di BPJN.

Saipul berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan dan jembatan di Pohuwato dapat terus berlanjut, terutama untuk wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menyangkut keselamatan warga, kelancaran distribusi hasil pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan akses jalan yang lebih memadai, warga Dusun Sandalan diharapkan tidak lagi menghadapi kesulitan transportasi seperti yang selama ini mereka alami.

Example 300250