Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bunda PAUD se-Duhiadaa Dikukuhkan, Camat Burhan Titip Pesan soal Masa Emas Anak

1
×

Bunda PAUD se-Duhiadaa Dikukuhkan, Camat Burhan Titip Pesan soal Masa Emas Anak

Sebarkan artikel ini
Foto: Tim Redaksi

SEPUTARPOHUWATO.COM – Suasana berbeda terasa di Aula Kantor Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Kamis (8/10/2026).

Bukan sekadar seremoni pengukuhan, pertemuan itu menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak sejak usia dini.

Pokja Bunda PAUD Kecamatan Duhiadaa bersama Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Duhiadaa resmi dikukuhkan.

Pengukuhan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato Ny. Selvi Mbuinga Monoarfa, Ketua Pokja PAUD Pohuwato Ny. Risnawati Adam Ali, Wakil Ketua Pokja PAUD Ny. Suriyati Datau Abdjul, Camat Duhiadaa Burhan Inaku Moputi, serta Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pohuwato, Erni Hulubangga.

Turut hadir Bunda PAUD Kecamatan Paguat Ny. Marlina Moputi Pikoli, Korwil Dinas Pendidikan Duhiadaa Abdul Haris Adam, para kepala desa se-Kecamatan Duhiadaa, pengurus Pokja Bunda PAUD Kecamatan Duhiadaa dan Pokja Bunda PAUD Desa.

Pengukuhan Bunda PAUD di Duhiadaa ini menjadi titik kelima dalam rangkaian kegiatan serupa setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Buntulia, Lemito, Marisa dan Paguat.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Bunda PAUD, kemudian dilanjutkan doa.

Setelah itu, pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kecamatan dan Pokja Bunda PAUD Desa dilakukan langsung oleh Bunda PAUD Kecamatan Duhiadaa, Ny. Marlina Moputi Pikoli.

Dalam sambutannya, Camat Duhiadaa Burhan Inaku Moputi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato dalam kegiatan tersebut.

Mantan Sekcam Buntulia ini juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Bunda PAUD se-Kecamatan Duhiadaa yang telah dikukuhkan.

Namun, bagi Burhan, pengukuhan tersebut bukan akhir dari sebuah kegiatan. Justru, kata dia, ada amanah besar yang harus dijalankan setelah pengukuhan.

“Insya Allah acara pengukuhan tadi tidak sebatas seremonial, tetapi ini terkandung amanah besar kepada Bunda PAUD,” ujar Burhan.

Camat Burhan mengingatkan, Bunda PAUD memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak, terutama pada fase yang dikenal sebagai golden age atau masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

Karena itu, Camat Burhan pun menitipkan pesan agar Bunda PAUD di tingkat desa tidak berjalan sendiri-sendiri.

Koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta para pemangku kepentingan dinilai penting agar berbagai persoalan pendidikan anak dapat ditemukan dan ditangani bersama.

“Masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang harus kita laksanakan dan harus dituntaskan,” katanya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Pohuwato Ny. Selvi Mbuinga Monoarfa turut menegaskan bahwa pengukuhan tersebut harus dimaknai lebih jauh.

Menurutnya, Bunda PAUD memiliki posisi strategis sebagai penggerak, penghubung sekaligus penguat kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini.

Karena itu, keberadaan Bunda PAUD diharapkan tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial.

Bunda PAUD Kecamatan dan Desa didorong untuk lebih dekat dengan masyarakat, melihat kebutuhan anak, mendengarkan persoalan yang dihadapi orang tua serta memberikan dukungan kepada para pendidik.

“Bunda PAUD harus hadir di tengah masyarakat, melihat kebutuhan anak, mendengar orang tua, dan bersama-sama mencari solusi agar setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” ujar Selvi.

Ia menjelaskan, pendidikan anak usia dini tidak berdiri sendiri.

Di dalamnya terdapat sejumlah aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga tumbuh kembang anak.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) perlu terus diperkuat.

Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga diarahkan pada upaya memastikan tidak ada anak yang terlepas dari layanan pendidikan.

Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Erni Hulubangga, M.Pd., memberikan sosialisasi mengenai inovasi Bunda PAUD dalam mendukung program pemerintah melalui GELORA 13 (Gerakan Orang Tua Sadar Wajib Belajar 13 Tahun).

Gerakan ini dirancang sebagai gerakan bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan.

Pelaksanaannya dilakukan melalui sisir data, jemput bola, pendampingan hingga menghubungkan anak dengan satuan pendidikan.

Melalui GELORA 13, orang tua dan masyarakat tidak hanya diajak memastikan anak masuk sekolah.

Lebih dari itu, masyarakat didorong memiliki kesadaran untuk mendampingi keberlanjutan pendidikan anak, sejak usia dini hingga melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan dikukuhkannya Pokja Bunda PAUD Kecamatan dan Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Duhiadaa, harapannya peran tersebut tidak berhenti di atas kertas.

Ada pekerjaan yang menanti di tengah masyarakat, memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, pendampingan dan kesempatan untuk tumbuh serta belajar dengan baik sejak masa emasnya.

Example 300250