SEPUTARPOHUWATO.COM – Polemik internal yang terjadi di lingkungan sekolah Alkhairaat Popayato hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Berbagai persoalan yang mencuat mulai dari dugaan tidak transparannya pengelolaan depot air minum hingga krisis tenaga pengajar di MI Alkhairaat Popayato terus menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah pihak menilai Komisaris Daerah (Komda) Alkhairaat perlu segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi agar tidak semakin berlarut-larut.
Salah satu narasumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, pengelolaan depot air minum yang berada di lingkungan sekolah selama ini dinilai tidak terbuka kepada pihak terkait.
“Kami tidak tahu bagaimana pengelolaan depot air minum ini. Uangnya pun kami tidak tahu digunakan untuk apa,” ujarnya.
Selain persoalan tersebut, kondisi MI Alkhairaat Popayato yang mengalami kekurangan tenaga pengajar juga menjadi sorotan.
Menurut sumber tersebut, minimnya jumlah guru dipicu oleh keterbatasan anggaran untuk pembayaran honor tenaga pendidik.
Akibatnya, proses belajar mengajar dinilai tidak berjalan maksimal dan dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pendidikan para siswa.
Masyarakat berharap pihak Komda Alkhairaat segera turun tangan dan menghadirkan solusi nyata guna menyelesaikan konflik internal yang terjadi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Alkhairaat Popayato, Ramlan Tangahu, S.H., CPLA, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat polemik yang terus berlangsung tanpa kepastian penyelesaian.
“Jika Komda tidak cepat menyelesaikan persoalan ini, rencananya Pengurus Ikatan Alumni Alkhairaat Popayato akan melayangkan somasi kepada Komda Alkhairaat,” tegas Ramlan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk dorongan agar pihak Komda segera bersikap terbuka dan mengambil tindakan nyata demi menjaga keberlangsungan pendidikan di Alkhairaat Popayato.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, masyarakat khawatir kualitas pendidikan di Alkhairaat Popayato akan semakin menurun serta mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan tersebut.
















