SEPUTARPOHUWATO.COM – Virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini, masih berdampak pada kehidupan disetiap lapisan masyarakat. Seperti Daeng Ujang yang bekerja sebagai tukang tambal ban di Kota Marisa.
Ia merasakan efek akibat pendeminya virus Corona (Covid-19) yang mengakibatkan penghasilannya sehari-sehari merosot drastis.
Hal tersebut terjadi karena kondisi jalanan yang sepi, dirinya tidak bisa melakukan apa-apa dalam situasi seperti ini. Karena memang kendaraan di jalanan sangat berkurang.
“Sekarang saja, orang mo keluar rumahpun so kurang, co liat, kondisi jalan pe sunyi bagini,” ujar Daeng Ujang sambil duduk di bengkel miliknya, Jum’at (15/5/2020).
Bapak tiga anak ini mengaku, kondisi sebelum pendemi Covid-19 dengan saat ini jelas terasa perbedaanya. Pada hari biasanya, Ia bisa sampai 20 hingga 25 pelanggan yang membutuhkan jasa Daeng Ujang. Bahkan pada saat ini, dalam satu hari saja hanya ada beberapa pelanggan yang mampir di kiosnya.
“Yang singgah (mampir) paling banyak bo 10 sampe 15 pelanggan saja. Kadang satu hari, tidak sampe 10 kendaraan yang singah (mampir),” terangnya.
Padahal, Daeng Ujang ini masih berusaha menghidupi keluarganya dan mengejar setoran modal, tagihan kontrakan dan membeli perlengkapan usaha tambal ban miliknya.
“Pokoknya dapa rasa ini te corona, torang pe pendapatan menurun sampe 50 persen, biasa 200 sampe 300 satu hari mo dapa, pe ada corona, mo ciki 100 pe susah, wuch..pulang jo ngana corona,” kata Daeng Ujang dengan nada sesal.
Meskipun dalam kondisi yang sulit akibat pendemi Covid-19, Daeng Ujang tetap bersyukur, sebab ada keluarga yang selalu mensupport dia.
Dirinya pun berharap agar pandemi virus corona ini segera berakhir. Sehingga pendapatannya bisa kembali normal.



























