SEPUTARPOHUWATO.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat berbagi mulai terasa di Kabupaten Pohuwato. Salah satunya datang dari Kerukunan Persaudaraan Haji Ar Muzna Kabupaten Pohuwato 2025 yang menyalurkan bantuan kepada dua yayasan di Kecamatan Marisa, Senin (16/02/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung ke Yayasan Rumah Yatim Sumayyah dan Yayasan Hidayatullah Marisa di Desa Pohuwato Timur, Marisa.
Ketua Kerukunan Persaudaraan Haji Ar Muzna Kabupaten Pohuwato angkatan 2025, Hi. Hendrik Wakiden, S.P, didampingi sejumlah pengurus, turun langsung menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.

Adapun sembako yang diberikan di antaranya beras, minyak kelapa, telur, sirup abc, mie instan, teh, gula dan sejumlah snack ringan. Selain itu, ada pula bantuan dalam bentuk uang tunai untuk anak-anak yatim di kedua yayasan tersebut.
“Alhamdulillah, saat ini telah mengantarkan sedekah kepada panti asuhan Sumayyah dan Hidayatullah. Alhamdulillah sudah tersampaikan ke masing-masing titik dan sudah diterima,” ujar Hendrik.

Dia menjelaskan, bahwa sejak kembali dari Tanah Suci pada Juli 2025 lalu, para jamaah haji angkatan 2025 tetap menjaga silaturahmi melalui pertemuan rutin setiap dua bulan sekali.
Menurutnya, dari komunikasi yang terjalin dalam setiap pertemuan itu, lahirlah berbagai ide kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Perkumpulan jamaah haji ini setelah kembali dari Tanah Suci, setiap dua bulan ada pertemuan. Silaturahmi dan kekeluargaan itu selalu terjaga. Dari kegiatan itu muncul ide-ide untuk melakukan kegiatan sosial seperti ini,” jelasnya.

Kegiatan berbagi tersebut, kata Haji Hendrik, bukan sekadar agenda menjelang Ramadan, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang Kerukunan Persaudaraan Haji Ar Muzna angkatan 2025 untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
“Insyaallah ini akan berkelanjutan. Paling tidak kami bagian kecil ini bisa mengambil bagian untuk daerah ini, dengan memberikan sumbangan dan bantuan kepada yang berhak menerima,” tambahnya.
Hendrik juga berharap doa dari pihak yayasan agar seluruh anggota kerukunan diberi umur panjang dan keberkahan, sehingga kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang.
Aksi sederhana namun penuh makna itu menjadi cerminan bahwa ibadah haji tak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kepedulian dan berbagi kepada sesama, terlebih di bulan yang penuh berkah.




























