SEPUTARPOHUWATO.COM – Ada pemandangan berbeda selama Bulan Suci Ramadan di Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato. Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Lemito dipercaya untuk mengisi kultum atau kuliah tujuh menit di beberapa masjid saat Shalat Isya dan Tarawih.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan sekolah dalam rangka mengistimewakan Ramadan sekaligus memakmurkan masjid.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/03/2026) dan melibatkan para siswa dan siswi yang telah ditunjuk oleh pihak sekolah.
Tidak hanya tampil di satu lokasi, para siswa-siswi ini dijadwalkan mengisi kultum di sejumlah masjid yang tersebar di lima desa di Kecamatan Lemito.
Adapun desa yang menjadi lokasi kegiatan tersebut yakni Desa Babalonge, Lomuli, Lemito, Kenari, dan Wonggarasi Barat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para kepala desa setempat.
Selain kegiatan kultum, pihak sekolah sebelumnya juga menggelar aksi sosial berupa pembagian sembako kepada warga sekitar sekolah yang membutuhkan. Kegiatan berbagi ini dilaksanakan dua hari sebelum memasuki bulan Ramadan.

Kepala SMP Negeri 1 Lemito, DR. Hj. Irwilda H. Bay, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kepada para siswa.
Menurutnya, melalui kegiatan berbagi sembako, siswa diajarkan untuk memiliki rasa syukur, sikap ikhlas, serta kepedulian terhadap sesama.
“Dengan berbagi kita bisa mengajarkan anak menjadi pribadi yang selalu bersyukur, melatih mereka untuk bersikap ikhlas, membangun rasa peduli pada orang lain, serta menjauhkan mereka dari sikap tamak,” ujarnya.
Irwilda yang juga menjabat sebagai Plt Kepala SMP Negeri 2 Lemito menambahkan, penugasan siswa untuk mengisi kultum juga bertujuan melatih keberanian mereka tampil di depan umum.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembangkan bakat siswa di bidang keagamaan serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Melalui kultum ini siswa bisa meningkatkan rasa percaya diri, mengasah kemampuan berbicara di depan umum, sekaligus membangun jiwa kepemimpinan sejak dini,” jelasnya.
Lulusan Doktor dari Universitas Negeri Gorontalo inipun berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap bulan Ramadan agar para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan jiwa sosial yang kuat.




























