SEPUTARPOHUWATO.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pohuwato terus menggalakkan program Ekoteologi yang menyasar rumah-rumah ibadah. Kegiatan ini berlangsung rutin setiap hari Jumat dengan melibatkan KUA, penyuluh agama, madrasah, hingga masyarakat.
Kepala Kemenag Pohuwato, Hi Rais Abaidata, S.Ag, menyampaikan program ini sudah berjalan di berbagai masjid. Jum’at (29/08/2025), kegiatan kembali digelar di Masjid Baiturrahman Desa Palopo, Kecamatan Marisa.
“Ekoteologi ini tiap minggu kita lakukan. Setiap Jumat, jajaran Kemenag hingga KUA bersama-sama bergerak membersihkan tempat ibadah. Program ini juga kita kerjasamakan dengan Gubernur Gorontalo dan sudah dicanangkan di Masjid Baiturrahman Limboto dua minggu lalu,” ungkap Rais.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar membersihkan masjid. Ada juga penanaman pohon, wakaf Al-Qur’an, hingga pendistribusian mushaf yang terkumpul dari masyarakat ke masjid-masjid.
“Kalau di Marisa, cating (infak mingguan) bisa terkumpul 200 sampai 300 mushaf per tahun. Itu yang kemudian kita distribusikan ke masjid-masjid,” jelasnya.
Rais menjelaskan, program ini tidak menggunakan anggaran khusus, tetapi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
“Insya Allah, kita juga akan kerja samakan ini dengan instansi-instansi lain agar kegiatan ini semakin luas,” tambah Mantan Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kankemenag Boalemo ini.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Pohuwato, Saiful Annam, S.Pdi., M.Si, menambahkan kegiatan ini merupakan implementasi dari program Asta Protas Kementerian Agama yang digagas Menteri Agama.
“Ini bagian dari program pelayanan terdampak. Kita melaksanakan kegiatan yang efisien tanpa anggaran, tetapi tetap dirasakan masyarakat. Contohnya bersih-bersih masjid, penanaman pohon, sampai menjaga kebersihan toilet masjid,” ujar Saiful.
Awalnya, kata dia, khusus penanaman pohon difokuskan pada pohon matoa, namun kini mulai bervariasi dengan tanaman buah lainnya.
Diketahui, Ekoteologi di Kemenag merupakan gerakan mengintegrasikan nilai agama dengan kepedulian lingkungan hidup. Program ini bertujuan menjadikan menjaga alam sebagai bagian dari ibadah sekaligus tanggung jawab moral umat beragama.
“Semua KUA di kecamatan bergerak setiap Jumat sesuai pembagian jadwal. Fokusnya rumah ibadah yang sering dilalui masyarakat, seperti di jalan trans Sulawesi, area pasar, dan yang utama kebersihan WC masjid,” pungkas mantan Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama Pohuwato ini.
Terpisah, Kepala Desa Palopo, Agus Hulubangga, S.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program Jum’at Bersih yang digagas Kecamatan Marisa kini semakin kuat dengan hadirnya kolaborasi Kemenag Pohuwato, KUA Marisa dan Pemerintah Desa Palopo.
“Alhamdulillah, kegiatan Jum’at Bersih di Desa Palopo ini merupakan kerja bakti kolaborasi antara Kemenag Pohuwato, KUA Kecamatan Marisa, dan pemerintah desa. Harapannya, program ini juga menyasar dusun-dusun yang sering terdampak banjir,” ujar Agus.