SEPUTARPOHUWATO.COM – Hampir separuh usia Faisal Jahja diabdikan untuk dunia pendidikan. Selama 37 tahun 10 bulan, ia menghabiskan perjalanan hidupnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang tumbuh dari seorang guru sekolah dasar hingga dipercaya mengemban jabatan struktural di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato.
Faisal Jahja mengawali pengabdiannya setelah menerima SK CPNS pada tahun 1988. Penempatan pertamanya berada di SD Inpres Motolohu, sekolah yang menjadi titik awal perjalanan panjangnya di dunia pendidikan. Enam tahun kemudian, ia dipindahkan ke SD Inpres Banuroja dan mengabdi selama empat tahun.
Perpindahan tugas terus ia jalani. Faisal kemudian ditugaskan sebagai guru di SD Inpres Manunggal Karya, sebelum kembali dipindahkan ke SD Inpres Imbodu dan bertugas selama dua tahun.
Tahun 2001 menjadi momentum penting dalam kariernya. Faisal mendapat kepercayaan sebagai Kepala Sekolah SD Inpres Makarti Jaya, yang kala itu lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Marisa Lima. Jabatan tersebut datang bersamaan dengan tantangan besar yang harus dihadapinya setiap hari.
Jarak rumah dan sekolah yang cukup jauh memaksanya menempuh perjalanan puluhan kilometer. Kondisi jalan yang rusak parah, sebagian belum beraspal, serta medan perbukitan terjal menjadi keseharian yang tak terpisahkan dari tugasnya sebagai kepala sekolah.
“Aspal memang ada, tapi aspalnya halua dan sudah rusak. Saat itu saya sudah naik motor pribadi. Motor dinas baru saya dapat ketika menjadi kepala cabang dinas,” kenang Faisal.
Meski demikian, keterbatasan sarana dan prasarana tak pernah menjadi alasan baginya untuk mengurangi komitmen dalam menjalankan tugas.
Dua tahun berselang, Faisal kembali dipindahkan dan menjabat Kepala Sekolah di SD Inpres Imbodu. Pada 2003, bertepatan dengan terbentuknya Kabupaten Pohuwato sebagai daerah otonom baru hasil pemekaran dari Kabupaten Boalemo, ia kembali ditugaskan di SD Inpres Manunggal Karya.
Tak lama kemudian, ia kembali ke SD Inpres Motolohu, sekolah tempat ia pertama kali mengabdi sebagai CPNS. Sekolah tersebut menjadi saksi awal sekaligus penutup perjalanannya sebagai guru kelas.
“Sejak saya terangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di sekolah itu, dan di situ pula berakhir tugas saya sebagai seorang guru kelas,” ujarnya.
Pada tahun 2008, Faisal Jahja dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Randangan. Jabatan tersebut ia jalani selama sembilan tahun hingga 2017, dan menjadikannya sebagai salah satu kepala cabang dinas pendidikan terlama di Kabupaten Pohuwato.
“Mungkin saya satu-satunya kepala cabang dinas pendidikan terlama dari semua kepala cabang dinas yang ada,” tuturnya.
Seiring perubahan nomenklatur kelembagaan, Faisal pun kembali dipercaya menjabat Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Randangan sejak 2017 hingga 2022. Setelah lima tahun sebagai Korwil, ia dipindahkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato.
Di tingkat kabupaten, Faisal mengakhiri pengabdiannya sebagai Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Bidang PAUD Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato hingga memasuki masa purna tugas pada 1 Desember 2025.
Nyaris 38 tahun perjalanan pengabdian itu tentu menjadi bukti konsistensi dan dedikasi Faisal. Separuh umurnya telah ia serahkan untuk dunia pendidikan Pohuwato, meninggalkan jejak panjang yang tak sekadar tercatat dalam jabatan, tetapi juga dalam ingatan para guru dan sekolah yang pernah ia dampingi.


























