SEPUTARPOHUWATO.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Pohuwato dan Boalemo. Salah satu tokoh agama yang dihormati, Drs. KH. Fahry J. Djafar, M.Hi, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (30/03/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.
Ustadz Fahry Djafar menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Wahidin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Informasi wafatnya almarhum dengan cepat menyebar di media sosial, mulai dari Facebook hingga grup WhatsApp, dan langsung mengundang duka mendalam dari berbagai kalangan.
Kepergian Ustadz Fahry Djafar menjadi kehilangan besar bagi umat. Sosoknya dikenal sebagai ulama yang sederhana, penuh dedikasi, serta tak pernah lelah berdakwah dan membimbing masyarakat.
Semasa hidupnya, beliau aktif berdakwah di wilayah Kabupaten Pohuwato dan Boalemo. Bahkan, almarhum juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pohuwato.
Bukan cuma itu, Ustadz Fahry Djafar merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo.
Pengabdiannya di lingkungan Kementerian Agama terbilang panjang. Beliau memulai karier dari bawah di Kemenag Pohuwato, hingga akhirnya dipercaya menjadi Kepala Kemenag Pohuwato, sebelum kemudian mengakhiri masa tugasnya sebagai Kepala Kemenag Boalemo.
Sebelum wafat, almarhum sempat menjalani perawatan di RSUD Clara Gobel, Tilamuta, sejak Rabu (04/03/2026). Namun karena kondisi kesehatannya menurun, beliau dirujuk ke RSUD Aloei Saboe pada Selasa (10/03/2026) untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan akibat penyakit asam lambung dan hepatitis yang dideritanya.
Meski tengah sakit, semangat dan keteguhan beliau tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ustadz Fahry Djafar dikenal sebagai sosok yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga turut memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan masyarakat dan kebijakan daerah.
Bagi dirinya, Boalemo dan Pohuwato memiliki makna yang sangat istimewa, layaknya Mekkah dan Madinah, sebagai tempat mengabdi dan membimbing umat.
Saat ini, pihak keluarga tengah mengatur kepulangan jenazah almarhum ke Gorontalo.
“Insya Allah bisa pagi ini, pesawat jam 11, doakan yaaaa,” tulis Ruzali D. Hunowu dalam pesannya di grub WhatsApp Himpunan Pemuda Alkhairaat Pohuwato.
Diketahui, semasa hidupnya Ustadz Fahry Djafar telah berwasiat untuk dimakamkan di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, yang merupakan tempat tinggalnya.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak pengabdian yang tak ternilai. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai guru, panutan, dan pembimbing umat.
Selamat jalan, Ustadz Fahry Djafar. Jasa dan nasihatmu akan terus hidup di hati masyarakat.




























