SEPUTARPOHUWATO.COM – Suasana siang yang biasanya tenang di Dusun Tihungo Utara, Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, mendadak berubah mencekam, Jum’at (03/04/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Sebuah rumah milik warga bernama Rano Djafar hangus dilalap api saat ditinggal pemiliknya yang sedang bekerja di lokasi tambang.
Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah terdengar teriakan “kebakaran” dari sekitar lokasi kejadian. Teriakan tersebut sontak membuat warga berhamburan keluar rumah.
Salah satu saksi, Hendrik Tawaa (35), mengaku saat itu dirinya sedang beristirahat di dalam rumah.
“Saya dengar orang teriak kebakaran. Pas keluar, warga sudah berlarian ke belakang rumah, api sudah besar,” ujarnya.
Kobaran api yang cepat membesar membuat warga panik. Dengan peralatan seadanya seperti ember dan gayung, mereka berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah lainnya.
Diketahui, saat kejadian, Rano Djafar bersama keluarganya tidak berada di rumah. Mereka telah berangkat sejak Kamis (02/04/2026) pagi untuk bekerja di tambang di wilayah Tomula, Kecamatan Marisa.
Beruntung, berkat kerja sama warga yang dibantu aparat TNI dan Polri, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.45 Wita.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Rumah permanen berukuran 6 x 8 meter itu hangus pada bagian dalam beserta seluruh isinya. Sementara bagian atap rumah dilaporkan masih tersisa.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat Polsek Randangan juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Pohuwato dilaporkan tiba di lokasi setelah api berhasil dipadamkan oleh warga bersama aparat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Di sisi lain, aksi cepat dan gotong royong warga menjadi bukti kuatnya solidaritas di tengah musibah.




























