SEPUTARPOHUWATO.COM – Tujuh penambang yang berada di sekitar lokasi pembangunan proyek bendung di wilayah pertambangan Pohuwato menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Hal itu disampaikan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, saat memimpin pertemuan bersama berbagai pihak di Ruang Rapat Kantor Bupati Pohuwato, Jum’at (22/05/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, Kapolres Pohuwato yang diwakili Kabag Ops AKP Syang Kalibato, Dandim 1313/Pohuwato yang diwakili Kasdim, perwakilan BWSS, Koordinator LSM Labrak Soni Samoe bersama unsur penambang, pihak PT PETS, serta OPD terkait.
Dalam arahannya, Bupati Saipul mengatakan keberadaan tujuh penambang yang berada yang sangat dekat dengan lokasi proyek bendung perlu segera mendapatkan solusi agar tidak menghambat pekerjaan proyek maupun aktivitas masyarakat.
Menurutnya, para penambang tersebut juga masuk dalam daftar penerima tali asih yang saat ini masih berproses di tingkat provinsi.
“Kalau persoalan tujuh penambang ini selesai dengan baik, maka mereka juga akan keluar dan mencari lokasi lain di luar area konsesi maupun lokasi proyek. Dengan begitu perusahaan bisa bekerja dengan aman dan masyarakat juga tidak kehilangan ruang kehidupannya,” ujar Saipul.
Ditegaskannya, pemerintah daerah terus berupaya hadir dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertambangan yang selama ini memicu polemik di lapangan.
Orang nomor satu di Bumi Panua ini berharap penyelesaian dilakukan melalui negosiasi yang baik dan pendekatan yang manusiawi agar tidak menimbulkan konflik baru antara perusahaan dan masyarakat penambang.
Selain persoalan tali asih, Pemkab Pohuwato juga menyoroti akses jalan bagi para pengojek menuju lokasi tambang Dam dan sekitarnya.
Bupati Saipul menjelaskan bahwa percepatan pembangunan proyek bendung secara otomatis membatasi jalur yang selama ini digunakan masyarakat menuju kawasan pertambangan.
Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh pihak memikirkan alternatif jalan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu proyek perusahaan.
“Para pengojek sangat membutuhkan akses tersebut. Maka kita harus berpikir bersama untuk mencari jalan alternatif agar masyarakat tetap memiliki akses menuju lokasi di atas tanpa mengganggu pekerjaan proyek,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Saipul juga meminta perusahaan untuk sementara tidak melakukan pembongkaran kamp-kamp penambang sebelum ada penyelesaian yang disepakati bersama.
“Tolong hargai dulu pertemuan yang berlangsung saat ini. Selesaikan terlebih dahulu apa yang menjadi harapan masyarakat,” tegasnya.
Bupati 2 periode inipun berharap perusahaan dan masyarakat penambang dapat terus membangun komunikasi yang baik sehingga berbagai insiden yang selama ini terjadi di lapangan tidak kembali terulang.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya proses negosiasi yang sehat dan manusiawi menjelang Hari Raya Idul Adha agar kemudian tidak terjadi penggusuran sepihak yang dapat memicu ketegangan baru di wilayah pertambangan.
















