Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Jadi Pemateri, Sekdis Kominfo Pohuwato Ungkap Dampak Gadget pada Anak, Mata Merah hingga Kurang Istirahat

7
×

Jadi Pemateri, Sekdis Kominfo Pohuwato Ungkap Dampak Gadget pada Anak, Mata Merah hingga Kurang Istirahat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEPUTARPOHUWATO.COM – Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Pohuwato, Iron Karama diberikan keistimewaan menjadi pemateri dalam kegiatan Literasi Digital Keluarga yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pohuwato di Aula Dinas PUPR, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan bertema “Strategi Pengawasan dan Edukasi Penggunaan Gadget pada Anak-Anak” itu dilaksanakan oleh DWP Kabupaten Pohuwato bersama DWP BPKPD, DWP Dinas PUPR, DWP BKPSDM, DWP Kesbangpol, serta DWP Kecamatan Popayato.

Selaku pemateri, Iron Karama memaparkan dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap anak yang saat ini menjadi perhatian di era digital.

Berdasarkan hasil riset, kata Iron, penggunaan gadget pada anak dapat mencapai sembilan jam dalam sehari dan berpotensi menimbulkan kecanduan.

“Penggunaan gadget kepada anak dalam satu hari bisa sampai sembilan jam. Ini yang kami khawatirkan karena akan memengaruhi kehidupan anak itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Iron, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan, pola makan hingga waktu istirahat anak.

Jebolan Fikom Unisan Gorontalo ini menyebut bahwa terdapat banyak anak yang masih menggunakan gadget saat jam tidur sehingga berdampak pada kondisi kesehatan mata.

“Biasanya sudah waktu istirahat tidur dia masih menggunakan gadget. Kalau dipaksakan terus pasti akan berakibat pada mata,” tutur Iron.

Dijelaskannya, ada sejumlah kasus yang ditemukan menunjukkan anak-anak mengalami mata merah hingga keluar air mata akibat terlalu lama menatap layar gadget.

Selain itu, katanya lagi, penggunaan gadget berlebihan juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh karena anak kurang beristirahat dan tidak teratur dalam pola makan.

Dalam kesempatan tersebut, Iron juga memberikan sejumlah solusi kepada para orang tua untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak.

Salah satunya dengan memberikan edukasi, pendampingan serta mengarahkan anak pada kegiatan positif dan hobi agar waktu penggunaan gadget dapat berkurang.

“Kalau anak diberikan kegiatan dan pendampingan, secara otomatis penggunaan gadget itu akan menurun,” jelasnya.

Pejabat asal Lemito ini juga memperkenalkan penggunaan aplikasi AirDroid Parental Control yang dapat membantu orang tua memantau aktivitas anak melalui perangkat digital.

“Orang tua bisa mengetahui anak berada di mana, mengontrol penggunaan aplikasi hingga membatasi penggunaan handphone pada jam tertentu,” ungkap Iron.

Menurutnya, pengawasan orang tua sangat penting di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat saat ini.

“Saya berharap kegiatan edukasi literasi digital yang dilaksanakan DWP Kabupaten Pohuwato dapat terus berlanjut hingga menyasar sekolah-sekolah,” harapnya.

Example 300250
Example 120x600