SEPUTARPOHUWATO.COM – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Pohuwato resmi dikukuhkan dalam rangka Gerakan Pendataan Potensi dan Pengumpulan Zakat (GP3Z), Kamis (12/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato tersebut dihadiri Bupati Pohuwato yang diwakili Sekretaris Daerah, Iskandar Datau.
Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dr. H. Kaswad Sartono, S.Ag., M.Ag., Asisten Pemerintahan dan Kesra Zulkifli Umar, Kepala Kantor Kemenag Pohuwato Rais Abaidata, S.Ag., Ketua Baznas Kabupaten Pohuwato Muhamad Ruzali, SS., MM., serta Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pohuwato Ust. Fahri Djafar. Peserta kegiatan terdiri dari jajaran KUA se-Kabupaten Pohuwato, Kemenag, dan Baznas.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki delapan program strategis, salah satunya pemberdayaan ekonomi umat.
Menurutnya, zakat dan wakaf menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut, berdasarkan kajian yang dilakukan, potensi zakat umat Islam di Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo, sangat besar.
“Namun realisasi pengumpulannya masih jauh dari potensi yang ada. Padahal landasan hukumnya sangat jelas, mulai dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat hingga Perda Kabupaten Pohuwato Nomor 6 Tahun 2015,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekda Pohuwato Iskandar Datau menyampaikan apresiasi atas pengukuhan dan pembekalan UPZ GP3Z tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kinerja Baznas Pohuwato.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eksistensi dan penguatan peran Baznas di daerah.
Bahkan, kata Iskandar, Baznas Pohuwato menjadi satu-satunya Baznas di Provinsi Gorontalo yang telah memiliki Rumah Sehat.
“Ini merupakan capaian yang luar biasa. Di Kabupaten Pohuwato saat ini terdapat dua rumah sakit umum, satu rumah sakit swasta, 16 puskesmas, dan ditambah lagi fasilitas kesehatan dari Baznas. Kehadiran Rumah Sehat Baznas tentu sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya di bidang kesehatan, Baznas Pohuwato juga aktif di sektor pendidikan dengan memberikan perhatian kepada para santri serta mendukung pembangunan sejumlah tempat ibadah.
Selain itu, program bantuan rumah layak huni dan berbagai kegiatan sosial lainnya turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di akhir sambutannya, Sekda berharap melalui GP3Z, potensi zakat di Pohuwato dapat terdata secara maksimal dan dihimpun secara optimal.
“Kami memberikan dukungan penuh agar gerakan ini dapat disosialisasikan secara luas sehingga memperoleh dukungan maksimal dari masyarakat. Tugas utama pelaksana GP3Z adalah mendata potensi zakat yang selama ini belum tergarap, terutama di sektor-sektor produktif seperti perindustrian dan perdagangan,” pungkasnya.


























