SEPUTARPOHUWATO.COM – Dalam rangka memperingati Hari Patriotik 23 Januari ke-84 Tahun 2026, duplikat bendera pusaka singgah di Kabupaten Pohuwato. Bendera bersejarah tersebut diserahkan kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMI Provinsi Gorontalo yang juga Ketua Rombongan Pemuda Provinsi Gorontalo, Windy Olivia.
Prosesi penyerahan duplikat bendera pusaka berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato, Selasa malam (20/01/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kirab bendera pusaka Hari Patriotik.
Duplikat bendera pusaka tersebut kemudian disemayamkan di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato sebelum kembali dikirab ke daerah tujuan berikutnya.
Kirab bendera pusaka ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan serta upaya mengenang perjuangan rakyat Gorontalo dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Pada Rabu (21/1/2026), duplikat bendera pusaka dijadwalkan akan diserahkan kembali kepada Ketua Rombongan Kirab untuk selanjutnya diarak di pusat Kota Kabupaten Pohuwato. Setelah itu, bendera pusaka akan melanjutkan perjalanan dan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo.
Peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 merupakan momentum bersejarah dan memiliki arti penting bagi masyarakat Gorontalo. Peristiwa ini menjadi simbol keberanian dan semangat juang rakyat Gorontalo dalam melawan penjajahan, yang menjadi salah satu tonggak awal perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pelaksanaan kirab duplikat bendera pusaka tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Pohuwato dipercaya menjadi salah satu daerah yang disinggahi dalam rangkaian kirab Hari Patriotik ke-84.
“Penyerahan duplikat bendera pusaka ini merupakan simbol perjuangan dan semangat patriotisme yang harus terus kita rawat dan jaga. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan nilai-nilai kebangsaan serta meneruskan cita-cita para pahlawan,” ujar Saipul.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kegiatan kirab ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana untuk kembali mengingat perjuangan para patriot Gorontalo, termasuk Pahlawan Nasional Nani Wartabone bersama rekan-rekannya, yang dengan penuh keberanian merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Semangat patriotisme para pahlawan harus terus kita hidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi generasi muda,” tutupnya.




























